Kenalan Dengan Produk Avene dan Klinik Bamed Skincare ^_^


Assalaamu alaikum, Konnichiwa. 

Kali ini aku mau share tentang pengalaman aku kenalan dengan produk dermo-kosmetik, Eau Thermale Avene, dan juga dengan klinik kecantikan yang katanya lagi hits banget di Indonesia, yaitu Bamed Skincare.

Clozette Indonesia mengundang aku, sebagai salah satu Ambassador-nya, untuk menghadiri :

"Talkshow #AveneXBamed Rehydrate Your Glowing Skin with Dr. Radityo Anugrah SpKK." 

pada hari Jumat, 17 februari 2017 di Igor's Pastry Cafe Darmawangsa, Jakarta.


Sebenarnya tadinya aku belum tahu sama sekali tentang produk Avene, tapi melalui event ini aku jadi tahu bahwa Avene adalah brand asal Perancis yang bergerak di bidang perawatan kulit sensitif, direkomendasikan oleh dermatologis, dan juga telah berhasil menangani beberapa kasus di kulit seperti keluhan infeksi, kulit atopik, ekzema kronis, psoriasis, bahkan dipakai juga untuk perawatan pasca bedah.

Kali ini Avene bekerjasama dengan klinik kecantikan Bamed Skincare untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai pentingnya perawatan kulit, salah satunya adalah pentingnya menjaga hidrasi kulit dan keseimbangan kondisi kulit.


Jadi, sebenarnya kulit kita itu dari sananya sudah punya Natural Moisturizing Factor (NMF), tapi banyak faktor yang menyebabkan NMF di kulit ini jadi berkurang dan terus berkurang. Lingkungan, gaya hidup, dan pemilihan perawatan kulit bisa jadi penyebab berkurangnya NMF.

Sebagaimana pentingnya mencegah tubuh dari dehidrasi, begitu pula pentingnya dengan kulit, terutama kulit wajah. Karena, dari dehidrasi ini bisa banyak timbul masalah kulit loh, misalnya, kulit wajah perih seperti ditarik-tarik, terkelupas seperti bersisik, kusam, kasar, over-berminyak, sampai jadi penuh komedo dan jerawat.
Banyak orang yang nggak bisa membedakan kulit yang lembab dengan kulit yang berminyak. Ada yang berpikir kalau kulit sudah berminyak nggak perlu pakai pelembab lagi, yang perlu pelembab itu hanya yang kulitnya kering. Padahal, bisa jadi kulit orang itu berminyak parah justru karena dehidrasi. Ketika NMF seseorang sudah berkurang, kulit akan jadi mudah sekali kering, sehingga memicu tubuh kita untuk memproduksi minyak berlebih dari dalam. Hasilnya, ya itu. Wajah jadi over-berminyak, dan ujung-ujungnya jadi banyak masalah berdatangan seperti tumpukan komedo dan jerawat, apalagi kalau membersihkan mukanya juga dengan cara yang salah atau produk yang kurang tepat untuk jenis kulit. 
Untuk yang pakai produk pelembab pun, jangan sampai salah memilih pelembab. Ada pelembab yang bisa jadi  terlalu kurang kadar kelembabannya untuk yang kulitnya super kering, atau justru terlalu "rich" untuk orang yang kulitnya aslinya berminyak. 

Dalam event ini, Avene memperkenalkan rangkaian produk seri Hydrance, yang terdiri dari Avene Hydrance Optimale Rich untuk kulit sensitif yang kering atau sangat kering, Avene Hydrance Optimale Light untuk kulit sensitif yang normal dan kombinasi, serta Avene Optimale Serum yang berbentuk gel untuk kelembaban ekstra. 
Seri ini mempunyai kandungan Avene Thermale Spring Water (ATSW) yang bekerja seperti membran, menampung air di permukaan kulit  dan mampu menahan hilangnya kelembaban. Jadi, diharapkan setelah pemakaian produk seri Hydrance secara rutin, kulit yang tadinya terlalu berminyak atau terlalu kering bisa kembali menjadi balance.

Nah, untuk hasil lebih optimal, langkah perawatan yang benar itu harus, yaitu dimulai dengan Cleansing, lalu Soothing, dan diikuti Moisturizing. Dari event ini aku mendapatkan paket "Avene Soothing Hydrating Care" yang terdiri dari Avene Micellar Lotion Cleanser & Makeup Remover, Avene Thermal Spring Water, dan Avene Hydrance Optimale Light. Plus aku juga dapat Avene Optimale Serum dalam ukuran travel-kit. 



Menurut dokter Radityo, ketiga produk dalam paket di atas sudah cukup untuk jadi langkah skin care routine karena memang sudah membersihkan, menyegarkan / mengembalikan pH kulit wajah, dan melembabkan, kalau memang kulitnya nggak terlalu bermasalah (Tapi dokter Radityo tetap menyarankan kita cuci muka pakai sabun juga setelah micellar lotion, supaya lebih aman). Kalau memang mau ada tambahan--sesuai dengan kondisi / kebutuhan kulit, harus bisa memastikan kandungan produk tambahannya nggak justru memberikan kesan usaha "berlebihan" dalam merawat kulit (seperti fungsi pelembab yang ada di tiap rangkaian produk yang membuat hasilnya jadi bertumpuk-tumpuk, atau toner yang mengandung bahan eksfolian yang sebaiknya nggak dipakai sehari-hari). 


Kurang lebih itu yang aku pelajari dari Talk Show-nya, sebenarnya penjelasannya panjang dan detail, tapi nggak mungkin aku tulis semua ya. Hehe. 

Setelah mendengarkan presentasi dan sesi tanya jawab, kami dipersilahkan nyemil-nyemil hidangan yang telah disediakan
setelah itu lanjut dengan foto-foto deh sama teman-teman bloggers~~~  

PENGALAMAN SINGKAT MENGGUNAKAN PRODUK AVENE:

Kulitku saat ini kondisinya berminyak di T-zone dan agak kering di area lainnya. Bahkan kadang sampai ada sedikit perih-perih karena kering di daerah pipi. Aku pakai Avene Thermal Spring Water + Avene Optimale Serum + Avene Hydrance Optimale Light sejak tanggal 18 Februari sampai hari aku posting ini (kira-kira 2 minggu). ATSW nya aku gunakan sebagai pengganti toner, dan soal kelembaban, yang aku rasa di wajahku, saat awal pemakaian rangkaian produk ini, merasa wajahku masih seperti kurang "basah", karena serum dan pelembabnya itu cepat banget kering, meresap. Benar-benar Matte Finish seperti claim-nya. Kupikir, kalau wajah masih merasa kekurangan moisturizer, pasti akan memproduksi minyak lebih banyak dari dalam.

Tapi saat aku bangun tidur, aku rasa dan lihat wajahku di cermin juga baik-baik aja nggak yang banjir minyak. Untuk sebelum makeup, setelah selesai memakai moisturizer-nya, misalkan aku masih merasa wajahku terlalu "kesat" untuk diaplikasikan makeup, aku semprot lagi sedikit wajahku dengan ATSW supaya sedikit lebih basah. Aku pakai toner-ku yang biasa kupakai secara berkala (nggak setiap malam, selama percobaan pakai Avene ini), karena mengandung AHA & BHA untuk eksfoliasi yang ringan. Iritasi di pipi kanan atasku juga sudah sembuh, aku nggak pernah rasain perih-perih di wajah lagi. Tapi kalau membersihkan wajah dari makeup, aku rasanya kurang cocok dengan Avene Micellar Lotion Cleanser & Makeup Remover, entah zat apa-nya yang bikin wajah aku jadi agak perih-perih.

(Noted that aku saat ini lagi hamil, jadi ini berdasarkan keadaan kulitku SAAT ini. Produk Avene yang kupakai semuanya aman untuk Ibu Hamil). 

--------------------

PENGALAMAN MENCOBA TREATMENT DI BAMED SKINCARE

Selain menghadiri Talk Show, aku juga berkesempatan untuk mencoba rangkaian Combination Rejuvination Treatment (CRT) di Bamed Skincare (makasih banyak Clozette, Avene, dan Bamed)! Bisa dikatakan ini pengalaman pertama aku treatment di klinik kecantikan profesional. Aku tuh sebenarnya paling nggak pernah kepikiran treatment di klinik-klinik gitu karena biasanya takut (semacam takut kecanduan, takut malpraktek, takut nggak cocok, dll, hahaha), apalagi sekarang aku lagi hamil kan. Makin nggak kepikiran aja. Pengennya yang dari rumah aja yang udah jelas-jelas dikerjain sendiri. 
Cahaya di Darmawangsa Square agak remang-remang dan kebetulan di depan pintu sin nggak gitu balance. Shadow dan noise nya jadi nggak nyantai T__T
Tapi waktu aku searching info soal Bamed, ternyata wow yaaa review nya bagus-bagus banget. Rata-rata pada puas sih kesana, dan nggak ada yang bilang dipaksa / strongly suggested pakai krim pagi krim malam atau apa dari mereka, dan nggak yang harus balik terus kesana juga. Lalu pas event Talk Show aku juga tanya apa ada treatment yang aman buat ibu hamil. Ternyata ada. Phew, lega. hehe. Akhirnya tanggal 22 Februari 2017 kemarin, aku bertandang deh ke Bamed Skincare yang cabang Darmawangsa Square.  
Tempatnya nggak terlalu luas sih, tapi nyaman. Karyawannya semuanya ramah dan lembut banget ngomongnya. Dan aku agak amazed semuanya pakai jilbab seragaman gitu. Aku jadi merasa klinik ini hijabi-friendly, jadinya aku juga nggak terlalu insecure. Haha. 
Di sini juga ada produk Avene, jadi selain di counter-counter produk kecantikan, kita juga bisa beli produk Avene di sini. 

Aku sudah buat janji hari itu untuk treatment jam 11, kebetulan dokter yang ada hari itu jam segitu dokter Radityo, jadinya lebih nggak kaku lah karena sebelumnya sudah pernah ketemu. 

Aku sengaja pakai makeup cuma pewarna wajah aja semacam lipstik, blush gitu-gitu, tanpa foundation atau kawan-kawannya, supaya dokternya mudah memperhatikan kondisi kulitku dan nanti pas treatment makeupnya lebih mudah dihapus. (Tadinya mau nggak pakai makeup, tapi nanti kurang seru foto-foto di depan Bamed nya, haha).

Sebelum treatment, aku jelaskan dulu kalau aku sedang hamil. Lalu aku ditanya apa yang ingin aku improve / perbaiki. Kubilang sih masalahku minyak berlebih di daerah T-zone (kulitku kombinasi), komedo-ku yang nggak karuan, dan bagian kulit wajah yang menggelap yaitu di bawah mata dan di area sekitar bibir.

Lalu dokter Radityo bilang, kalau hamil, cuma bisa melakukan 2 treatment aja yaitu "Mikrodermabrasi Athena", dan "Chemical Peeling". Mikrodermabrasi Athena ini kaya semacam "Facial" nya Bamed, kalau Chemical Peeling, yaaa... Chemical Peeling. Haha.

Yuk lihat gimana prosesnya! 

Mikrodermabrasi Athena: 

Treatment ini membantu mengikis lapisan permukaan kulit yang bermasalah untuk membantu regenerasi sel lebih cepat. 

Sebelumnya makeup di wajahku di hapus dulu. Nggak banyak sih hanya blush dan contour hidung karena bagian alis dan bibir kan nggak dikenai alat. Setelah bersih semua baru deh mulai dipakaikan alat di wajah. Alat yang digunakan itu seperti vacuum, yang ujungnya steril dan selalu diganti per-tiap orang seperti layaknya jarum suntik. Wajah aku disedot-sedot, dan menurut my Husband sih, komedo aku banyak yang ikut tersedot (dia merhatiin sambil foto-fotoin aku). 

Nggak ada rasa sakit sama sekali sih. Enak-enak aja malah disedot-sedot gitu. Tapi setelahnya ternyata wajahku jadi ada bekas merah-merah gitu. Lalu dikompres dengan cairan NaCl (garam). 


Treatment ini dilakukan oleh Therapist nya. 

Setelah selesai di kompres, baru deh mulai prosedur Chemical Peeling. 

Chemical Peeling:

Prosedur ini menggunakan asam glikolat / asam dari buah. Dan aku nggak tau apa lagi yang dipakaikan di mukaku saat itu, yang pastinya saat di awal itu (yang menangani kali ini Dr. Radityo nya langsung) dokernya bilang kalau akan perih-perih sedikit. Awalnya kurasa biasa aja tapi ternyata beneran perih cekit-cekit. Haha. Aku beneran nggak berani buka mata. 

Fungsi Chemical Peeling ini sebenarnya untuk memperbaiki kulit dari kerutan halus, jerawat, pori-pori besar, hiperpigmentasi, juga bekas-bekas luka kalau masih belum terlalu dalam. 

Dokternya meriksa keadaan wajahku dan dia lihat komedoku memang sudah dalam, jadi nggak bisa langsung bersih dengan "vacuum" nya Mikrodermabrasi Athena. Akhirnya dokternya membersihkan komedo aku secara manual. Nggak semuanya dibersihkan sih, yang bisa langsung keangkat aja, dan aku udah sampai netes-netesin air mata. Sebelum mulai diangkat komedonya, wajahku yang tadinya dikasih asam ditenangkan dulu dengan Avene Thermal Spring Water. 

Aku benar-benar nggak kuat banget yang angkat-angkat komedo gitu makanya aku hampir nggak pernah lagi pergi facial ke salon-salon gitu karena dulu-dulu bisa sampai setengah jam-an cungkil komedo gitu sampai aku nangis deh nahan sakit, dan pulang-pulang biasanya iritasi. Jadinya beberapa tahun ini benar-benar cuma andalin skin care seadanya dari rumah T__T 

Untungnya sudah cukup terbantu sama Mikrodermabrasi Athena jadi kali ini wajahku nggak perlu dicungkil lama-lama.

Setelah beres "cungkil-cungkil" nya, dokternya pergi dan aku dipakaikan masker Vitamin C sama therapist nya selama 30 menit.

Dokter Radityo bilang, disarankan untuk datang lagi melakukan treatment ini sebulan ke depan. Hmm... 

-----

And that's all. Setelah di treatment, wajah aku jadi lebih halus dan terasa bersih, terutama di daerah hidung yang biasanya terasa ada yang "nggak rata" karena komedo. Sayangnya komedo aku udah banyak dan dalam jadinya nggak bisa langsung bersih semua :( Mukaku ada bekas merah-merah selama seharian, tapi keesokan harinya sudah mulai kembali normal lagi. 

Sebenarnya paket CRT aku itu bisa buat aku pakai treatment dengan Laser juga, dan hasilnya bakalan kelihatan lebih "wah" dibanding cuma treatment di atas tadi, tapi karena hamil mau nggak mau ya di skip, dan sedihnya, nggak bisa ditunda nih sponsoran-nya sampai aku melahirkan, hahahaha. Padahal kan lumayan ya kalau habis melahirkan masih bisa datang treatment laser dengan disponsori (soalnya harganya lumayan jugaaa) :p 

---

Oke, akhirnya sampai juga di penghujung post ini, semoga informatif dan bisa membantu kamu yang lagi cari produk perawatan kulit dari rumah, atau dari klinik yang aman dan terpercaya. 

Avene IG : @eauthermaleaveneindonesia
Bamed IG : @bamedskincare 

Jaa Ne ! 




8 comments

  1. kl lagi hamil emmang nhak bisa macem2 pakai perawatan kulit, thank god kalau yg ini aman ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa benar. Baby's safety first lah ya pokoknyaaa ^_^ hehe.

      Delete
  2. Waah ternyata masih boleh ya perawatan peeling saat hamil.

    Oh iya, muka mbak gak keliatan merah-merah banget tuh. Apa karena pengaruh masker vit c nya? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang merah cuma di beberapa bagian memang, kalau nggak salah cuma 3 titik aja :D

      Iyaaaa masih boleh peeling ni kalau di Bamed, tapi kalau di klinik lain aku nggak tau karena mungkin bahannya bisa aja beda (?) kali yaaa hihihi

      Delete
  3. You look so pretty! It must have been an interesting experience! Lovely photos ❀

    Do you wanna follow each other via GFC, Bloglovin or Instagram? Lemme know ♥
    * Blog de la Licorne *

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you so much!
      yes it is!!!

      sure of course! nice to meet you ❤️

      Delete
  4. Aaaaa enak banget seger liatnya jugaa sher XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa bangettt hahahah XD pengen balik lagiiii

      Delete

I'd love to hear your magical words! and... oh! please leave your link so I can visit you back! ^_^