My Husband's 30 : The Prince's life has just BEGUN ❤️


For my dearest Husband Prince, the soon-to-be Daddy Prince.


Assalaamu alaikum, Sayangku, My Darling...

Pertama dekat sama kamu, saat itu usia kamu 23 tahun. Walaupun kamu sudah lihat aku selama beberapa hari sejak baru beberapa hari setelah aku dilahirkan (tentu aja aku nggak ingat dan nggak sadar ini), dan aku sudah pernah ketemu kamu sebelumnya, juga selama beberapa hari, saat kamu sekitar usia 15 tahun, tapi aku baru benar-benar baru belajar mengenal kamu dengan baik di usiamu yang ke 23 tahun.
The first time I got to have a close relationship with you, it was when you're 23. Even though you'd seen me for several days when I was just born (of course I didn't remember and realize that), and I'd met you before, also for several days, when you're around 15, but I'd just really learned to get to know you better when you're 23.   

Semenjak saat itu, hati kita nggak pernah benar-benar berjauhan ya... walaupun hidup hampir selalu jauh-jauhan. Jakarta - Bandung, Jakarta - Pinrang, Jakarta - Cilegon, lalu Jakarta - Hong Kong...
Since then, our hearts had never really been separated, right? Even though we almost lived far from each other. Jakarta - Bandung, Jakarta - Pinrang, Jakarta - Cilegon, lalu Jakarta - Hong Kong...

Lalu aku sah jadi istri kamu di 2014, tahun di mana kamu akan menginjak 27 tahun kehidupan.
Usia yang pas, menurut target kamu, untuk mempersunting seorang wanita. 
Then I officially became your wife in 2014, the year when you were about to start your 27th year of life. The perfect age, according to your target, to marry a woman.

Sejak itu, aku selalu dan selalu bahagia jadi istri kamu. Kita tumbuh dan belajar bersama tentang banyak hal. Kita tinggal berdua aja di negeri orang, di Hong Kong... berusaha menghadapi permasalahan kehidupan dengan sabar dan tetap ceria. Dari yang masih orientasi senang-senang karena akhirnya bisa bersatu dan tinggal bersama, apalagi di negeri orang yang peradabannya -- di beberapa sisi -- jauh lebih maju dari negeri sendiri, sampai ketika kita sudah mulai berusaha kembali ke pijakan yang seharusnya, menabung lebih banyak, merencanakan masa depan dengan lebih matang seperti yang memang seharusnya dilakukan sepasang kekasih yang sudah dewasa.
Since then, I've been always and always happy as your wife. We've grown and learned many things together. We've lived only with each other in a foreign land, in Hong Kong... striven to face life problems patiently and cheerfully. Starting from when we were still having-fun-oriented because we're celebrating the finally-living-together moments, especially in a foreign land whose civilization -- in some parts -- was more advanced than our own homeland, until when we finally started to go back to the supposed track, save more money, plan more precisely for a better future... things that actually should be done by an adult couple.  

cr: here

Dalam 3 tahun hidup di naungan pernikahan bersama kamu (ditambah 4 tahun sebelumnya, saat belum resmi dan masih tinggal berjauhan), aku bisa merasakan kamu berubah banyak, dan aku selalu bersyukur bahwa perubahan yang positifnya jauh lebih banyak dari pada yang negatif (kalaupun memang ada yang negatifnya). 
Aku bersyukur bahwa dalam beberapa hal, kamu sangat mau menerima masukan dariku, mendengarkanku, belajar dariku, bahkan seakan "dirubah" olehku.
In 3 years of living in a marriage life with you (plus the 4 years before, when we weren't become official and still living far from each other), I can feel that you've changed a lot, and I've been always thankful that the positive changes were more than the negative ones (if any).
I'm thankful that in some things, you really want to accept good inputs from me, listen to me, learn from me, even like... "be changed" by me.

Kalau aku, nggak perlu kamu tanya lagi kan seberapa banyak hal yang aku pelajari dari kamu. Aku belum bisa sebaik didikan kamu, memang, tapi menjalani hidup dengan mengikuti sedikit banyak pola hidup dan pola pikir kamu yang juga makin matang, begitu memudahkan hidupku, Alhamdulillah.
And I myself, you don't need to ask me how much I've learned from you, right? I haven't been able to be as good as how you've taught/trained me, I know, but living this life by following much or less of your life and thinking pattern, which are more mature too now, really eases my life.
Alhamdulillah. 

cr: here

Tahun ini, kamu memasuki tahun ke 30 kehidupanmu. Masha Allah...
Kadang sebelum-sebelumnya saat memikirkan itu, aku sering merasa... "Ya Allah, suamiku sudah--..." 
Hmmm... mau dibilang "tua", nggak juga lah. Tapi mau dibilang "pemuda", rasanya juga sudah bukan. 30, usia "lelaki dewasa". Kamu, lelaki dewasa.
This year, you enter the 30th year of your life. Masha Allah...
Sometimes when I thought about it before, I felt like... "O Allah, my husband has been--..."
Hmmm... if I said "old", well not really, of course. But to be called "A young man", well... I thought you'd left that phase. 30, the age of a "Mature Man". You, are a mature man.

Dan di usia ke 30 ini juga, insha Allah untuk pertama kalinya, kamu akan jadi seorang Ayah. Dan aku, yang sebentar lagi juga akan memasuki usia 26 tahun, akan jadi seorang Ibu. 
And in this 30th year, Insha Allah for the first time, you'll be a Father. And I, who very soon turn 26, will be a Mother.

Momennya terasa begitu tepat....
Karena, yang kubayangkan dari seorang laki-laki berusia 30 tahun, adalah aura kedewasaan yang kuat... aura keteguhan, kemantapan, kekokohan, dan... sentuhan aura kebapakan.
Di saat yang sama, semangat keibuan dan perlindungan sudah mulai tumbuh dalam diriku. Jadi aku rasa aku bisa tampak semakin serasi sama kamu. Ya kan? Aku nggak mau kamu tampak matang sendirian...
The moment feels so precise...
Because, what I've always imagined about a 30-year-old man, is a strong maturity aura...  the aura of determination, steadiness, robustness, and ... the touch of fatherly aura.
At the same time, the spirit of motherhood and protection has begun to grow within me. So I guess I can look more in harmony with you, right? I don't want you to look mature alone...

Rasanya aku sudah nggak begitu peduli lagi kalau orang-orang nggak lagi melihatku sebagai "seorang gadis muda", atau, "gadis dewasa yang secara fisik masih tampak seperti anak-anak", seperti biasanya. Rasanya aku cuma mau mendampingi kamu, menjalani fase kematangan. Menggandeng kamu memasuki tantangan-tantangan di tahun ke 30 kehidupan kamu, sebagai wanita dewasa yang matang juga. Menjadi naungan bagi anak kita yang insha Allah akan segera lahir ke dunia. 
It feels like... I don't really care if people no longer see me as "a young girl," or, "an adult girl who still looks like a teenager.", like they always did. I think I just want to accompany you, undergoing the phase of maturity. Walking with you hand in hand, facing the challenges in your 30th year of life, as a determined mature woman as well. Being a shelter for our baby who will soon be born into this world, Insha Allah.

cr: here

Nggak masalah sama sekali, kalau orang-orang nggak lagi terus-terusan mengira kita sepasang anak SMA atau kuliahan yang masih pacaran. Yang lagi duduk berdua di masjid sampai dihampiri sama pengurus masjid karena dikira berdua-duaan bukan mahrom. (Malahan aku senang kalau orang-orang akhirnya nanti bisa berhenti berpikir begitu, hehe).
No problem at all, if people don't continue to think we are a couple of high school kids or college kids who are still dating anymore. A couple who's sitting in a mosque and being approached (to be confronted) by the mosque's managing staff because they think we're a non-legal couple being alone in such a sacred place. (In fact, I'm glad if people can finally stop thinking like that, hehe).

Selamat menjadi Laki-laki yang makin luar biasa, sayang. Jadi Ayah dan Suami yang sholeh, yang bijak, yang kuat, yang sabar, yang selalu bisa mengingatkan dan membimbing istri dan anakmu ke jalan yang benar. Ke jalan keridhoan-nya Allah.
Congratulations, and good luck on being an increasingly extraordinary man, honey. Be a faithful, wise, strong, patient, steadfast husband and father who can always remind and guide your wife and children on the right path. To the path of Allah's blessing.

Ingat untuk selalu JADI CONTOH TERBAIK untuk kami.
Aku akan selalu berjalan bersisian dengan kamu, berjuang supaya bisa jadi istri yang sholehah buat kamu, mendoakan kamu, mengingatkan kamu, dan tentu juga patuh sama kamu dan menyeimbangkan diri dengan kamu, dan anak kita akan bangga memiliki panutan seperti kita, Insha Allah.
Remember to always be the BEST EXAMPLE for us.
I will always walk side by side with you, strive to be a faithful wife for you, pray for you, remind you, and surely obey you and be in harmony with you, and our child will be proud to have role models like us, Insha Allah.

cr: here

Jadi, dengan ini...
Kurasa ada benarnya perkataan orang, kalau hidupmu barulah benar-benar dimulai di usia 30... 
Hehe. Semangat sayang!! Semangaaattt!!!
So, with this ...
I think there's a truth in the saying "Life begins at 30"...
Hehe. Keep the spirit, dear!! Fighting!!!


No comments

I'd love to hear your magical words! and... oh! please leave your link so I can visit you back! ^_^