MY PREGNANCY SOCIAL DETOX (FEELS SO GOOD!)

This post is in Indonesian only.

Assalaamu Alaikum, Konnichiwa! 

Postingan ini ditulis untuk semua yang care, nanyain, dan nyariin aku selama sebulan lebih ini. 

QUOTE BY FRANCHESCA COX

Sebenarnya sih menurutku nggak ditulis atau diceritain pun nggak apa-apa, kemarin juga aku sudah sempat muncul sebentar di Instagram untuk kabarin kalau aku lagi "hibernasi" kan. Tapi... memang selama ini aku beberapa kali nerima message / dengar ada yang khawatir akun-akunku di bajak, atau aku lagi ada masalah sampai depresi, atau apa. Alhamdulillah nggak kok... hehehe, tapi Thank you so much ya buat perhatiannya... ☺️❤️πŸ™πŸ» semoga bisa dipahami dengan baik, apa yang aku share di post ini ke semuanya... ❤️❤️❤️


PREGNANCY SOCIAL DETOX

Memasuki usia 29 minggu kehamilan, aku memutuskan untuk melakukan Pregnancy Social Detox *ini istilah aku bikin sendiri hahahah*. Yup, bukan cuma Social "Media" detox aja. Tapi ya... benar-benar social detox. Kenapa baru pas 29 minggu? Ya karena memang baru berasa "puncaknya" kepengen banget melakukan itu saat memasuki usia kehamilan segitu. Kenapa aku sebutnya "pregnancy" bukan "third trimester", karena aku memang berencana lakuin ini dari masa awal menuju pertengahan kehamilan, dan baru benar-benar terealisasikannya di trimester akhir aja. 

Saat-saat hamil memang saat di mana relaksasi dan menyaring input informasi atau opini dari luar jadi peeeeentiiiiiiiingggg banget, walaupun, dalam kondisi biasa pun sudah penting. Ya, seenggaknya buatku sih. πŸ™‹πŸ»

Especially lagi hamil gini... aku merasa perlu banget yang namanya meditasi, reaching the peace of mind, cleansing the soul... dan semacamnya. πŸƒ✨ Kehamilan itu proses yang sacred banget, suci banget. Sebisa mungkin, hanya memasukkan energi positif di dalamnya, karena janin di dalam kandungan akan merasakan apa yang ibunya rasa juga. πŸ‘ΆπŸ»πŸ€°πŸ»πŸ‘ΆπŸ»πŸ€°πŸ»πŸ‘ΆπŸ»

PIC FROM HERE

Jadi, Pregnancy Social Detox ini maksudnya, benar-benar aku sebisa mungkin hanya berkontak dengan orang-orang yang memang biasa ditemui secara fisik sehari-hari. Suami, ortu, keluarga dekat, tetangga, dokter, gitu-gitu. πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ» Dan juga nggak pergi-pergi keluar hangout atau apa lah kalau nggak penting (jadi palingan cuma ke RS atau belanja keperluan ibu & bayi) πŸ‘ΆπŸ»πŸ€°πŸ»πŸ‘ΆπŸ»πŸ€°πŸ». Aku bener-bener banyak di rumah aja, membatasi orang-orang yang ketemu sama aku. Dan pastinya, jadi jarang banget habisin waktu buat berinteraksi seru sama banyak orang, baik secara langsung, apalagi via HP, yang sering bikin aku lupa kalau di sekitarku juga banyak yang perlu dikerjain πŸ“²πŸš«❌πŸ˜“. Make HP pun juga buat baca-baca atau cari-cari apapun yang berhubungan sama kehamilan atau persiapan menyambut bayi aja (misal: baca blog tentang review perlengkapan anak, tips kehamilan, window shopping, dll). Oh iya, aku juga jadi bisa sempatin nulis-nulis ideas tentang pregnancy aku di sini, tapi juga dengan santai aja. Kalau sempat dan mood ya ditulis, nggak juga ya udah. Energy-saving mode banget juga lah jadinya~ 😊✨πŸ‘πŸ»

PIC FROM HERE
***

Faktor pemicunya apa? Ada beberapa: 

1. Weak body problem~ Badan aku suka aneh. Sehat, tapi weak. Gimana ya? 😞 Kalau dicek kesehatan, alhamdulillah sehat dan oke... misal tekanan darah bagus, berat badan stabil, gula darah pas, bla bla... tapi tuh sering aja drop sakit karena kecapean, padahal kayaknya nggak capek-capek banget, biasa aja. Keluar rumah juga termasuk jarang. Bukan tipe suka hangout, plus kerja kantoran pun nggak. πŸ’¦πŸ’¦

2. Pikiran alam bawah sadar aku, yang sebenarnya sering jadi pemicu masalah kesehatan tubuhku. Ini berita lama kok. Memang dari dulu aku kaya gitu dan orang-orang dekatku tahu. Istilah medisnya, Psychosomatic gitu. Dan itu juga sebenarnya salah satu yang menjelaskan kenapa aku sering jatuh sakit, yang padahal kalau secara organ diperiksa medis, semuanya berfungsi baik-baik aja, ya kaya poin pertama di atas itu πŸ‘†πŸ»πŸ‘†πŸ»πŸ‘†πŸ». Jadinya kalau aku secara nggak sadar terlalu banyak mikirin ini dan itu, tentu nggak baik banget buat aku... so, harus kupangkas benar-benar ✂️✂️✂️

3. Memang lagi butuh time and space buat merenung. Aku memang sudah beberapa lama ini punya ide-ide atau pandangan-pandangan hidup tertentu yang sedang ingin aku pikirkan matang-matangπŸ’‘πŸ’­. Ada hal-hal dalam hidup yang ingin aku tinjau, dan kalau memang mantap, ingin mulai aku jalankan perlahan-lahan. Sebenarnya ya... sudah lumayan mantap sih ide-idenya itu... tapi aku semacam butuh waktu tenang untuk transisi sebelum benar-benar menjalankannya. Jadi, ya... Social Detox ini jadi cara yang tepat banget πŸ‘πŸ»✨. Karena dalam proses self-talk dan kontemplasi begini, baiknya nggak terlalu banyak direct dan indirect input dari luaran yang bisa memecah fokus dan mengaburkan jalan yang sedang berusaha dititi (?). Hal ini penting banget buat aku, dan aku merasa memang perluuuu banget cari momen tenang demi menelaah segala buah pikiran ini. Berat banget ya kayaknya, Sher.... tapi ya gitu deh 😝🀷🏻‍♀️. Hahaha.

***

PIC FROM HERE

Dalam keadaan hamil gini, wajar kan kalau memang banyak yang dipikirkan. Mengedukasi diri, mempersiapkan ini dan itu secara mental, fisik, dan finansial...  ditambah lagi memang ada hal-hal lain yang di luar kehamilan yang memang sedang perlu kupikirkan, kuhadapi, dan kucari jalan keluarnya. Ditambah lagi maybe ada faktor hormonal juga yang bikin semakin melankolis. πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦ Yah... biarpun aku selalu berusaha untuk menunjukkan output yang positif (nggak kelihatan mellow, selalu ceria, selalu berusaha ambil hikmah, dll, dsb), ya itu memang pilihan otak sadar aku untuk melakukannya, tapi tetap nggak membuat otak bawah sadarku berhenti berdesing, bekerja, berputar, memikirkan, mengkhawatirkan, dan lain-lainnya, apa yang memang lagi jadi buah-buah pikiranku πŸ’­πŸ’­πŸ’­.

Aku sadar diri sama kondisiku yang kaya gini, jadi, kupikir aku perlu banget ngurangin wacana-wacana yang bisa nambah-nambah isi pikiranku. Well, entah bawaan hormon hamil, atau memang begitu adanya ya, aku beberapa kali merasa takut, sedih, atau apa gitu sampai kepikiraaaan... banget sama beberapa hal, terutama karena aktifitas online-ku. πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜” Misal lihat berita aneh-aneh, lihat hal yang aku nggak setuju, atau bahkan chatting sama teman-teman aja, aku kadang merasa begitu. Kaya tahu-tahu ada aja hal yang bikin aku jadi sedih, kepikiran, dan ujung-ujungnya merasa "berat", sesak. I don't want that kind of feeling to grow... ☹️πŸ’”

PIC FROM HERE

Beberapa kali tubuh aku sudah kasih sinyal buat aku istirahat lebih banyak lagi, dan setelah hasil konsultasi ke dokter kandungan dll, ya memang kegiatan aku yang bagi aku sudah mild banget karena memang nggak yang kerja kantoran atau disuruh kerja bakti tiap hari di rumah pun, tetap harus dan harus dikurangin. Jadi kupikir, apa yang masuk ke otakku pun harus banyak dikurangin.

Alhamdulillah-nya, si Baby ini selalu, selalu, dan seeeelaaaaaaluuuu dalam keadaan yang menurut dokter "bagus banget nih bayinya..." tiap kali diperiksa ☺️πŸ‘ΆπŸ»☺️πŸ‘ΆπŸ», termasuk saat aku masuk Ruang Bersalin secara darurat karena suatu alasan yang menurut pihak RS saat kutelpon, mereka saranin aku langsung masuk situ aja. Hasil USG, rekam jantung dan pergerakan si Baby saat itu benar-benar nunjukin kalau dia ceria-ceria aja tuh, regardless apa yang terjadi sama Mommy-nya πŸ˜†πŸ‘πŸ» Nah, disimpulkan lagi, "Mom... kamu kecapean. Jangan capek-capek...". Padahal hari itu aku nggak merasa kecapean, dan mood-nya lagi senang-senang aja. Well... baiklah 🀷🏻‍♀️🀷🏻‍♀️🀷🏻‍♀️. Demi Baby, harus intense banget istirahat fisiknya... dan otaknya. 

PIC FROM HERE

***

Menjalani Pregnancy Social Detox ini.... ENAK BANGET. Serius deh. Rasanya jadi pengen lakuin terus biarpun nggak pregnant!!! Hahaha πŸ˜πŸ˜†πŸ˜.

Akunya nggak ada perasaan semacam "nggak sabar pengen hangout lagi. Nggak sabar pengen upload-upload lagi, nggak sabar pengen chatting-chattingan lagi!" Nggak ada... aku benar-benar santai aja nikmatin, dan tahu-tahu sudah sebulan lebih aja ini berjalan 😊✨❤️. 

Aku bersyukur sih, kalau soal hangout memang aku anak rumahan banget nggak gitu doyan nongkrong atau keluar rumah. Tapi soal yang istirahat posting-posting, online-online gitu, setelah kujalani aku merasa cukup lega. Berarti kan terbukti bahwa memang sebenarnya aku nggak kecanduan gadget, dan juga nggak menderita sindrom gadget yang parahπŸ˜©πŸ’¦πŸ‘πŸ». Padahal ya, biasanya kalau lagi aktif main HP, liat chat nggak kebuka dan ada popping gitu notifikasi atau angka-angka aja kadang geregetan pengen buka, walau nggak pengen baca isinya juga sebenarnya. Kaya yang otaknya udah otomatis gerakin tangan dan mata aja buat lakuin itu. πŸ˜“πŸ˜“πŸ˜“πŸ“²πŸ“²πŸ“²

PIC FROM HERE

***

Poin plus dari melakukan Pregnancy Social Detox ini... ya seperti yang aku bilang di atas:

  • ❤️ lebih fokus istirahat: mendengarkan apa yang tubuh katakan, ngantuk ya tidur, lapar ya langsung makan, capek ya langsung rehat, nggak ada yang dipaksa-paksain atau ditahan-tahanin, atau ditunda-tunda πŸ±πŸ™πŸ›πŸ€πŸ—πŸ–πŸ˜΄πŸ˜΄πŸ˜΄πŸ˜΄

  • ❤️ ngelegain space di otak: geser-geser jauh-jauh wacana dan topik yang nggak penting, jadi nulis-nulis banyak catatan tentang ide yang ada di kepala πŸ“πŸ“š✔️ : to-do-lists, to-buy-lists (ya Allah barang-barang yang perlu dibeli buat persiapan nyambut bayi tuh banyak banget yaaaa.... berdoa selalu semoga rejekiku dan suami dan si baby dilancarkan Allah, amin T__T) , semuanya jadi lebih terorganisir karena aku jadi lebih mudah fokus ke yang paling perlunya aja: all about my pregnancy, future baby, and future parenting plans.πŸ‘ͺπŸ’–

  • ❤️ Meditasi dan Kontemplasi: in here maksudnya, jadi lebih aware banget sama ibadah. Karena banyak momen-momen merenung, apalagi dalam status "sakral" kaya gini, berasaaaa banget dekatnya dan begitu sayangnya Allah sama hamba-hambanya, dan aku jadi merasa perlu untuk lebih dan lebih usaha lagi untuk mendekat sama Allah πŸ™πŸ»πŸ’–πŸ•Œ. Ini selain sebagai usaha untuk memperbaiki diri supaya bisa jadi individu, khususnya ibu yang baik, juga sebagai semacam latihan buat si baby-nya biar dari rahim juga sudah terkoneksi banget sama Allah dan terbiasa melakukan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah di banding yang lain-lain. Amin ya Allah inshaa'allah!!! πŸ‘ΆπŸ»πŸ’–πŸ‘ΆπŸ»πŸ’–

"SO EXCITED TO MEET YOU, DARLING BABY..."

*** 

Pokoknya, kegiatan ini kalau dilakukan dengan ikhlas dan hati yang senang dan tenang, insha Allah aku percaya akan menghasilkan pribadi ibu dengan jiwa yang lebih fresh, lebih bersyukur, dan juga lebih sensitif in a good wayπŸ‘πŸ»πŸ˜Š. Terus, segala yang bertahun-tahun ke-skip sama kesibukan dan mobilitas offline dan online yang tinggi, bisa mulai diperhatikan dan disadari lagi. Beberapa hal yang segitunya diusahakan dan dirasa penting banget sampai mengabaikan yang lain, tiba-tiba jadi terasa... "ternyata nggak penting-penting amat. Nggak mati juga kalau nggak gitu. Lebih tenang malah"🀷🏻‍♀️🀷🏻‍♀️🀷🏻‍♀️. Dan... sebagainya. 

Ya tapi jangan sampai selamanya menghilang dan nggak komunikasi sama yang jauh juga. Biar gimana banyak banget saudara kita yang benar-benar setia sama kita tapi cuma bisa dikontak jarak jauh. Yah, setelah ini, harapannya intensitas kegiatan dan komunikasi baik yang offline maupun online bisa lebih berkualitas gitu. Nggak yang cuma terus-terusan hangout keluar ngalor ngidul, atau main HP dan chatting sana sini scrolling sana sini ngalor ngidul. Lebih terkontrol lah gitu. πŸ™πŸ»πŸ˜Š❤️

***

Well... begitulah ceritanya. Aku berharap ini akan jadi sesuatu yang aku ingat mengenai kehamilan pertamaku. Aku berharap kehamilanku dan berubahnya statusku jadi seorang ibu bisa membuat aku jadi pribadi yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih bahagia. Amin.

PIC FROM HERE

Ada hal menarik / di luar kebiasaan kamu yang kamu lakukan / rencana lakukan saat hamil? Would you share it with me? ❤️❤️❤️

Oh iya, doakan semoga sisa kehamilan ini dan persalinan-nya berjalan lancar ya... 
Aku, suami, dan baby sehat selalu dan panjang umur. Amin...

Thanks for reading THIS MUCH! Jaa Ne! 


*finished writing this post on my 36 Weeks of Pregnancy... while experiencing some kind of Braxton Hicks (Fake Contraction). 


More First Pregnancy / Maternity Posts in this Label:



8 comments

  1. Sherryyyy seneng deh aku bacanyaa! Semoga kamu, kak Zeno dan baby selalu happy dan dekat sama Allah yaaa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ratriiii sayaaangg makasih udah bacaaa ❤️❤️❤️❤️ Aaaamiin ya Allah! Insha Allah!! Kamu juga semoga dilancarkan menuju halal bersama kangmas mu!! Amin!

      Delete
  2. Awww Sherry miss you tapi all the best ya sehat2 selalu aminn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rheeee... yess I'm sorry for the absence, but thank you so much for the best wishes! ☺️😘❤️πŸ™πŸ»

      Delete
  3. Aaaahhhh... Menginspirasi banget sayaaang... ❤❤❤❤ aku juga sebenernya udh kepikiran lama. Tp berhubung masih sering ldr am suami Dan masih Ada beberapa komunikasi yg kudu banget berjalan sample skrg do sosmed jd ya... Blm bisa. Tp aku pengen banget banget :") sehat selalu ya sayangku semoga semuanya lancar Tampa halangan suatu apapun. Love!

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMGGGGGGG!!! Kamu kurang hiatus apaaa pas lagi persiapan nikahan, Bebiii!! Kalau kamunya ilang lagiii lama-lama kita nggak kenal bisa-bisa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ thank you so much for the wishes and prayers always, darling!!! ❤️😘❤️😘 Semoga nanti bisa ketemuan sama ponakanmu iniii!

      Delete
  4. Sehat-sehat yaaa.
    Kayaknya setelah detox pasti perasaan jadi lebih fresh lagi. Perlu dicoba juga nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak ^_^ Iyaaaa benar banget... tapi harus sering-sering di maintain... terutama godaan penggunaan internet / social media... karena kalau nggak di maintain bisa "kebawa arus" lagi. Hehehehe πŸ’–πŸ’–πŸ’–

      Delete

I'd love to hear your magical words! and... oh! please leave your link so I can visit you back! ^_^