[REVIEW] Nyobain "Sabun Susu" Buat Bayi

[THIS POST IS IN INDONESIAN ONLY, AND IS AN HONEST REVIEW OF MY EXPERIENCE USING THIS PRODUCT FOR MY BABY, ARCHIE. HAPPY READING!]




Assalaamu Alaikum, Konnichiwa!

Karena udah jadi Mommy baru, mungkin aku bisa mulai konsisten banyakin postingan-postingan yang bisa membuat sesama Mommy merasa related ya, hahaha. Banyak banget hal di dunia per-mommy-an (?) yang bisa di share... dari masalah kesehatan bayi, perkembangan bayi, respon yang tepat terhadap bayi, perlengkapan bayi, produk perawatan bayi... banyak deh πŸ˜†❤️.

Aku mau coba share tentang pengalaman memakai produk-produk bayi yah. This time, aku coba Lactacyd Liquid Baby untuk perawatan kulit bayi.

Aku udah coba beberapa produk bayi lainnya sih... tapi aku lupa review dan udah keburu habis πŸ˜… lalu aku lupa efeknya gimana ke Archie. Jadi ibu menyusui gini, apa yang terjadi pagi hari kalau nggak dicatat siangnya, malamnya udah lupa lagi πŸ˜…

Jadi mumpung baru banget nyoba Lactacyd Liquid Baby ini, mumpung belum lupa, segera di review deh. 

PRODUCT KNOWLEDGE

Lactacyd Liquid Baby
60ml
IDR 28,500 (online)

Penampakan produknya. Bentuknya persis botol Lactacyd untuk Organ Kewanitaan, hahaha.

Berikut adalah deskripsi, cara pakai, dan komposisinya.

Aku dapat info tentang banyak produk bayi yang recommended dari ngobrol-ngobrol di grup sesama ibu, dan juga rajin-rajin browsing. Nah, karena satu dan lain hal, baru-baru ini aku ketemu review-reviewnya Lactacyd Liquid Baby ini. Kok keren-keren ya testimoninya. Aku malah baru tahu Lactacyd keluarin produk #LactacydBaby, karena tahunya kan itu produk untuk organ kewanitaan aja. Hehe. Udah gitu, ternyata keluarnya juga udah dari lama, dan malah aku baca-baca banyak pengguna setianya yang konsisten pakai dari anak pertama, kedua, ketiga.... dsb dst.

Lactacyd Liquid Baby ini pastinya sudah diuji klinis dan diklaim aman untuk kulit bayi yang sensitif, sebagai #babyskinexpert product. Di komposisinya ada Paraben-nya untuk pengawet, tapi biasanya kandungan paraben apalagi yang aman untuk kulit bayi memang sedikit banget. Beberapa kali aku baca share dari ibu-ibu lainnya kalau produk ini direkomendasikan oleh Dokter Anak / Suster yang mereka temui.

Manfaatnya menurut para ibu yang tulisannya kubaca-baca sih ya seperti yang tertulis di keterangan belakang box-nya, diklaim bahwa Lactacyd Liquid Baby bisa mengatasi masalah-masalah kulit bayi seperti di poin D (semua benar) πŸ‘‡πŸ»


Ya, masalah bayinya ibu-ibu sejuta umat lah (ciye yang baru 3.5 bulan jadi ibu sekarang tahu soal ginian haha).

Keunggulan dari Produk ini sendiri adalah kandungan susu, dan pH 3-4 yang cocok untuk kulit bayi yang masih rentan terhadap berbagai permasalahan kulit, sehingga menghambat pertumbuhan bakteri sekaligus menjaga kelembaban kulitnya. Hmm... jadinya “Mandi Susu” nih. Hehe.


Yah, begitulah kiranya, hehe. Kebetulan emang aku mau beli sabun mandi baru untuk Archie, jadi akhirnya aku putuskan mau coba produk ini, dan langsung mesan online yang diantar hari itu juga pakai GoSend πŸ˜‚ 

Aku sendiri, kenapa tertarik nyoba? 

BACKGROUND PROBLEMS 

Archie punya problem yang memang dimiliki juga oleh banyak bayi lainnya. 

Yup! 
Archie punya alergi yang menyebabkan kulit kering, kemerahan, gatal, dan masalah pigmentasi (juga beberapa masalah lainnya, nggak cuma yang kelihatan di kulit!). 

Duh! Sayang banget kan kalau bayi mukanya lucu gemesin tapi kulitnya nggak mulus, apalagi kalau dia juga merasa menderita karena nggak nyaman😒 Kalau kalian follow instagram aku dan nggak pernah lihat Archie tampak alergi, itu karena AKU SELALU BERUSAHA MENGHINDARI DIA DARI APA PUN YANG BUAT DIA ALERGI. Gimana caranya, Sher? Gini πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»

Archie sejauh ini cuma minum ASI, dan dia dapat alergi dari ASI-ku kalau aku habis makan sesuatu yang sifatnya alergen buat dia, khususnya yang mengandung protein tinggi. Oh iya, untuk yang masih percaya dengan omongan orang dulu soal “ASI itu tajam”, no... itu nggak benar. Allah sudah desain sedemikian rupa supaya ASI jadi sumber makanan terbaik untuk anak kita. Nah, kalau anak alergi setelah minum ASI, bukan ASI-nya yang salah, tapi ibunya aja yang perlu mengontrol apa pun yang ia makan supaya makanan yang menyebabkan alergi untuk anaknya nggak masuk ke ASI. 

Sejauh ini, aku berusaha banget biar alerginya Archie nggak muncul, dengan aku benar-benar puasa makanan-makanan yang sebabin alergi itu. Tapi kadang biar udah aku hindari, alerginya Archie suka tiba-tiba tetap muncul... secara misterius πŸ˜“ ya mungkin ada alergi sama hal lain juga yang belum terdeteksi... hiks 😒 tapi katanya sih seiring bertambah bulan, tubuh Archie inshaallah akan jadi lebih kuat mencerna protein tinggi dan nggak alergi lagi. Semangat! 

Di sini kulit Archie ada alerginya, tapi nggak kelihatan jelas memang kalau nggak difoto dari dekat. 

Kalau alergi Archie lagi muncul tiba-tiba biarpun aku udah berhenti makan makanan yang memicu alergi-nya, mukanya jadi ada bintik-bintik merah kecil yang kalau diraba teksturnya kasar kering seperti pasir. Kadang juga jadi ada bekas garukan di wajahnya (padahal aku udah selalu potong kukunya... tapi dia garuknya gemas banget kayaknya karena gatal). 

Di perut dan pahanya juga ada bintik-bintik seperti di wajahnya tapi nggak terlalu kelihatan. Di lehernya sendiri ada masalah pigmentasi (warna kulit agak belang) dan agak lama recovery-nya karena daerah yang sering tertutup oleh lipatan-lipatan. 

Lah kalau Archie alergi protein tinggi, nggak apa-apa mandi susu??? Hmm... seharusnya inshaallah nggak apa-apa, karena alerginya itu kalau protein tinggi-nya masuk ke perut Archie aja lewat ASI-ku, nggak lewat kontak kulit.

Intinya, aku mau kulit Archie bener-bener at its best lagi...  ya walaupun bekas alergi memang bisa hilang sendiri, tapi kalau bisa dibantu percepat dan di-maintain kenapa nggak? dan aku semacam termotivasi sama review buk-ibuk yang udah cobain Lactacyd Liquid Baby, so... here we go!!! 


ARCHIE'S EXPERIENCE USING LACTACYD LIQUID BABY

Kebetulan saat pemakaian produk ini, alergi Archie lagi kambuh dan tanda-tandanya seperti yang sudah kuuraikan di atas.

Sejauh ini (mungkin karena masih bayi), produk-produk yang dipakai Archie biasanya cepat kelihatan efeknya, baik cocok ataupun nggak cocok. Dengan pengalaman itu, aku berharap juga bisa melihat hasil yang nggak lama dengan Lactacyd Liquid Baby ini. Selama pakai Lactacyd Liquid Baby,” dalam 5 hari, Archie nggak aku pakaikan apa pun yang lainnya di kulit, untuk memastikan sumbernya kalau ada efek samping yang nampak di kulit Archie. 

Aku mau komen soal aromanya dulu ya. Saat kuhirup pertama kali, ada kesan “khas aroma bayi”, tapi sesaat setelahnya aku mencium aroma yang agak “kuat” yang mirip aroma bunga yang ada di produk orang dewasa. Eits... kalau aroma masalah selera loh ya, kalau kubaca-baca review orang, banyak yang beranggapan aromanya lembut.

Si anak soleh ini senang mandi. Hehe. Apalagi kalau Mommy-nya mandiin sambil ajak ngobrol, waduh bahagia banget dia.

HARI PERTAMA 

πŸ’™ Hari ke-1: Pertama kali pakai produk ini, itu buat Archie mandi sore. Archie mandinya di dalam bak tapi tiduran di atas jaring, nggak direndam di air gitu, karena selain lebih mudah dan aman, aku pengennya dia mandi pakai air yang mengalir. Hehe. Aku pakaikan produknya sebagai campuran di air yang agak hangat (sudah mendekati suhu biasa, karena aku memang biasakan Archie bisa mandi dengan air yang suhunya hangat dan biasa), sekitar 3-4 sendok teh dicampur di 1 baskom air untuk disiramkan ke Archie, lalu setelah berapa menit, dibilas air bersih tanpa campuran apa pun. 

Gimana ya, karena sasaran utamanya leher dan wajah, jadi kurang greget rasanya kalau disiramin dengan campuran air doang. Hehehe. 

Tekstur Liquid-nya seperti ini. Mirip Susu kan?
HARI KEDUA

πŸ’™ Besok paginya, hari ke-2, aku pakaikan lagi produk ini ke Archie. Sebenarnya ditulis di box nya kalau untuk bayi (nggak tahu range umurnya bayi sampai berapa?) cuma dicampur di air, sedangkan untuk “anak” (padahal bayi kan anak juga ya? Haha) baru dipakai sebagai sabun dan shampoo. Tapi  yang aku baca-baca di facebook page-nya, nggak apa-apa kok dari bayi baru lahir digunakan selayaknya sabun dan shampoo biasa. Nah, berhubung aku mau gunakan produk ini untuk “pengobatan”, aku coba jadikan sabun khusus di bagian leher dan pipinya aja. Di anggota badan lainnya baru pakai yang dicampurkan ke air dan disiramin aja ke badan dan kepala. Walau dipakai sebagai sabun, busanya hampir nggak ada. Nggak apa-apa sih. Bilasnya juga jadi lebih mudah. 

πŸ’™ Siang di hari ke-2,  di sinilah Archie nggak sengaja garuk wajahnya sampai luka pas lagi tidur dan ngulet. Hiks :( langsung berharap semoga lukanya cepat membaik dengan pakai produk ini. 

πŸ’™ Mandi sorenya, aku pakai cara yang sama dengan saat pagi. Aku fokuskan ke wajah dan lehernya sebagai sabun, dan bagian tubuh lainnya hanya dengan disiram air yang sudah dicampur produk, lalu dibilas dengan air bersih. 

busanya benar-benar cuma sedikit, karena klaim-nya, produk ini nggak mengandung deterjen.
HARI KETIGA, KEEMPAT, KELIMA

πŸ’™ Sama seperti hari kedua. Dikombinasikan antara menjadi sabun dan campuran air mandi, lalu dibilas air bersih. 

***

HASILNYA...?

πŸ’™ Membersihkan? : 
Untuk membersihkan, kurasa ini cukup untuk bayi, walaupun busanya sedikit, hampir ngga ada ya. Kenapa aku tahu? Soalnya aku coba pakai buat cuci mukaku yang ber-makeup πŸ˜‚ Yup, ini bukan pertama kalianya aku cobain produk Archie dulu ke wajahku. Soalnya kulit wajahku juga cukup sensitif akhir-akhir ini. Kalau ke aku aja nggak nyaman, aku bakalan nggak berani kasih ke Archie. Saat aku coba pakai sabun ini, di wajahku lagi pakai foundation, bedak tabur, sama blusher. Hasilnya benar-benar hampir mengangkat semua makeup itu. Hanya sisa sedikiiiit banget saat aku coba bersihkan sisa-sisanya dengan pembersih makeup. Nah, kotoran di tubuh bayi nggak sebanyak dan setebal makeup kan? 

πŸ’™ Melembabkan? :
Saat aku pakai sendiri di wajahku, kurasa produk ini cukup baik, nggak licin, tapi juga nggak kesat. Honestly aku kurang suka sama produk yang finishing-nya licin, biarpun ada yang klaim kalau itu adalah semacam “moisturizing film” atau apa. Rasanya malah kaya mandi tapi bilasnya nggak bersih, hehe. Tapi bukan berarti aku suka yang kesat. Kalau terasa kesat gitu malah terasa seperti pelembab alami kulit terangkat semua saat dicuci. Wajahku sih nggak terasa kesat yah setelah mencuci muka dengan ini. Bagaimana kalau di kulit Archie?


Archie lagi di fase oral. Lagi suka-sukanya masukin tangan ke mulutnya. Jadi saat mandiin harus hati-hati banget. Kalau tangannya belum dibilas jangan sampai dia dekat-dekatin tangan ke mulutnya. 

πŸ’™ Kalau untuk Archie, sampai post ini ditulis, aku masih merasa kulitnya agak kering. Terutama di bagian yang alergi-nya, aku belum merasakan improvement. Sebenarnya aku memang nggak biasanya serutin ini memakaikan sabun ke Archie, karena biar bagaimana pun, kupikir sabun (apa pun merk-nya) memang punya kecenderungan membuat kulit kering, apalagi kulit bayi yang masih tipis dan sensitif. Biasanya dari mandi dua kali sehari, aku hanya sekali pakaikan sabun. Apalagi untuk wajah, nggak jarang aku hanya menggunakan air aja untuk membasuh wajahnya. Aku coba rutin pakai ini karena memang niatnya untuk merawat kulit Archie yang alergi, tapi sayangnya sampai hari ke-5 kulitnya masih tetap agak kering dan kasar. Well... reaksi kulit orang memang beda-beda yah... ada juga yang cerita kalau pakai produk ini rutin dua kali sehari pun justru cocok banget dan kulitnya terasa lebih adem dan lembab.

πŸ’™ Merawat Kulit yang Terkena Iritasi Ringan & Ruam? :

Sejujurnya, selama 5 hari ini, aku belum bisa menilai untuk hasil yang ini. 
Yang nampak sih ya di bekas luka garukan di pipinya Archie yang cukup cepat recovery-nya. Setelah dua hari, udah hampir nggak kelihatan sama sekali. Ini entah memang karena Lactacyd Liquid Baby atau memang karena kulit bayi cepat ber-regenerasinya, tapi alhamdulillah banget bisa sembuh cepat πŸ™πŸ» 

Sedangkan untuk ruam di leher Archie, sama dengan kulitnya yang kering dan beruntusan. Belum ada improvement. memang menurutku agak susah-susah gampang juga menilai, karena walau diobati pun, kalau alerginya muncul / bertahan tanpa ketahuan sebabnya, kelihatannya jadi seperti nggak kunjung membaik karena sumber alerginya sendiri belum dihindari. 

Untungnya, Lactacyd Liquid Baby nggak bikin efek alergi lainnya yang menyeramkan padahal udah aku pakai 5 hari secara rutin, alhamdulillah. 


Begitu lah tadi cerita pengalaman Archie nyobain Lactacyd Liquid Baby. Biar bagaimana pun, seorang ibu pasti mau memberikan yang baik, kalau bisa yang terbaik untuk anaknya. Dan dalam usaha memberikan yang terbaik, akan selalu ada proses trial and error. Bukan berarti itu sesuatu yang negatif seperti yang dikatakan sebuah iklan, “Buat anak kok coba-coba”. Karena sebagaimana halnya ke diri kita sendiri, kita nggak akan tahu kalau kita nggak coba, apalagi ke anak kita yang masih bayi yang belum bisa bicara apalagi milih-milih sendiri. 

Ya, selagi niatnya itu baik dan yang dicobakan ke anak pun sesuatu yang baik dan sudah dikenali reputasi baiknya, misalnya seperti Lactacyd Liquid Baby ini, kenapa nggak? 
Ada yang cocok, ada yang nggak cocok, ada juga yang biasa aja, itu wajar. Dan kali ini, sayangnya Archie belum bisa merasakan banyak manfaat baik dari produk ini seperti ibu-ibu lainnya. Tapi aku akan tetap berusaha mencarikan yang terbaik untuk Archie ☺️

Moms udah pernah coba Lactacyd Liquid Baby, terutama untuk merawat alergi di kulit bayi? Gimana, cocok nggak untuk bayinya? Semoga cocok ya... ^_^ 

Thanks for reading my review! Inshaallah aku akan coba tulis lebih banyak lagi tentang Motherhood, Parenting, and Baby stuff ya... *with Kawaii twist if possible! hahaha


Jaa Ne! 

No comments

I'd love to hear your magical words! and... oh! please leave your link so I can visit you back! ^_^