γ‚·γƒΌγƒž シェγƒͺγƒΌ です (*^Ο‰^*)οΎ‰♡ ! This blog is currently undergoing a lot of slow construction [But you still can access!] and I hope to make it fully back soon with more about parenting / family, and daily adventures!

Baby Led-Weaning bareng Sherry & Archie (3 Bulan Pertama BLW)

[Buibuk. Ini bukan panduan BLW / Panduan makan bayi secara umum ya. Ini adalah cerita Mommy & Archie mempraktekkan BLW di rumah. Bisa sama, bisa beda dengan yang lain. Postingan ini panjaaaaang banget, dan kuharap cukup lengkap ya buat menjawab pertanyaan teman-teman sesama ibu tentang pengalaman praktek BLW "ala-ala Mommy-nya Archie". Plis jangan di-skip bacanya, supaya nggak terjadi kesalahpahaman di antara kita! Hahahaha]

Assalaamu alaikum, Konnichiwa!

Archie makan pasta organik salmon carbonara bikinan Mommy. Dia doyan banget pasta. It's healthy and delicious! Yum!
Aku ni belum sempat posting cerita hamil, cerita melahirkan, eh tahu-tahu sekarang udah posting cerita bayinya makan! Hahaha. Ya udah nggak apa-apa ya. Yang penting semoga bermanfaat buat yang baca. 

Archie alhamdulillah udah masuk 9 bulan sekarang. Dan alhamdulillah karena Archie kondisinya normal dan sehat-sehat aja, Archie udah mulai diperkenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sejak usia 6 bulan. So... udah 3 bulan ini Archie dapat asupan ASI + Makanan! Yay, Alhamdulillah! (Selama 1-6 bulan, Archie hanya mengkonsumsi ASI aja).


MEMILIH COBA METODE MPASI BABY-LED WEANING (BLW) 

Aku tahu kalau ada 2 metode pemberian MPASI itu dari sahabatku, Nina. Secara singkat dia menjelaskan kalau yang pertama itu namanya Metode rekomendasi W.H.O, yaitu metode Konvensional (Spoonfeeding / Bayi disuapi bubur halus lalu bertahap naik tekstur). Yang kedua namanya Metode Baby-Lead Weaning / BLW (Bayi langsung belajar makan sendiri, tekstur makanan langsung bervariasi, nggak harus bubur halus). Setelah mendengar penjelasannya, aku langsung tertarik dengan BLW. 

Tomat! Makanan pertama di hari pertama! Doyan!

Kenapa?
Awalnya karena memang aku suka konsep “baby having fun dengan nalurinya sendiri”. Dari kecil aku sering lihat bayi yang kaya kurang antusias, atau malah sampai nangis-nangis saat disuapi makan, dan beberapa pengasuhnya harus pakai banyak strategi supaya bayi bisa buka mulut untuk dimasukkan makanan. Dulu aku pikir, apa semuanya bakalan seperti itu ya nantinya, dan aku pikir aku juga bakalan mengalami  kaya gitu suatu saat, dengan anakku. Tapi ternyata kesini-sini dengar banyak cerita dari para ibu, nggak juga sih. Banyak juga bayi yang happily spoonfed. Nggak harus dipaksa, nggak harus drama. Banyak. Tergantung berbagai faktor, ternyata. Tapi konsep BLW udah benar-benar membuat aku lebih tertarik, tanpa mengesampingkan kemungkinan akan sesekali menyuapi Archie juga.

Home-made organic pasta: bergizi tinggi, mudah banget dibikinnya, dan enak banget! Ini bumbunya pakai tomat cherry dan daging domba cincang, dengan bumbu oregano dan bawang putih, that's it! 
Menjelang waktunya MPASI, Archie udah yang apa-apa maunya dimasukin ke mulut. Tapi belakangan kadang dia jadi suka nangis-nangis kecil gitu kalau tahu-tahu yang dimasukin ke mulutnya itu benda yang keras atau mungkin rasanya nggak enak (seperti teether karetnya). Mungkin dia mulai penasaran ya kenapa orang dewasa masukin sesuatu ke mulut kok kelihatannya enak banget, sementara dia kayaknya struggle amat. Aku jadi bayangin kalau dia yang getol masukin apapun ke mulutnya itu kutawari makanan, mungkin akan senang banget, karena kalau makanan kan selain teksturnya lembut, ada rasa yang enak juga. Edible Teether gitu lah, ya kan? Haha.

Brokoli direbus dengan kaldu sapi. Happy banget waktu makan ini. Ada video-nya di Highlighted IGS aku di @sheemasherry
Akhirnya aku baca-baca artikel tentang BLW secara online, dan dilanjutkan dengan membeli buku Baby-Lead Weaning yang ditulis oleh Gill Rapley & Tracey Murkett, plus nanya-nanya ke teman sesama Mama di @mamapediaid yaitu Mom Kaia yang udah duluan BLW-in anaknya (thanks Mom!) dan jadilah semakin paham tentang BLW dan semakin semangat untuk memperkenalkan makanan ke Archie dengan metode ini. Intinya, ini metode yang menjunjung prinsip bayi belajar makan dengan menggunakan instingnya sendiri! Dia belajar pegang makanan sendiri, dia sendiri yang menentukan kapan dia mau makan dan kapan dia mau berhenti, dan seberapa banyak yang dia makan. It should be fun!

***

APA AJA YANG AKU PELAJARI DARI BUKU BLW ? 

Banyak. Dan beberapa membahas hal yang ternyata disalahpahami secara bebas di dunia maya (intinya, nggak semua artikel BLW yang kubaca benar-benar menjelaskan / memahami BLW secara tepat sesuai bukunya). Apalagi banyak juga asumsi-asumsi orang yang nggak menjalankan BLW dan nggak benar-benar mengerti soal BLW karena nggak pernah baca bukunya juga, tersebar luas dan liar lalu menggulung dan menggiring opini kurang menyenangkan yang semakin lama semakin besar seperti bola salju.

nyendok apa gosok gigi nak? hahaha
Di sini aku sebutkan beberapa aja ya: 

❤️Memulai BLW sebaiknya di usia 6 bulan, karena saat itu refleks muntah bayi masih di lidah bagian depan (kita kan kalau masukin jari sampai dalam ke dekat kerongkongan baru deh bakalan “howeekkk” kaya mau muntah gitu kan? Kalau bayi 6 bulan masih di depan-tengah lidah, udah howek). Kenapa ini jadi suatu fitur keamanan penting? Karena di usia 6 bulan ini bayi baru belajar mengunyah dan mengontrol makanan di dalam mulutnya dengan rahang dan lidahnya. Makanan pasti belum bisa halus dan aman tertelan. Nah dengan adanya refleks muntah yang masih di depan - tengah, alias masih agak jauh dari jalur napas, memungkinkan bayi memuntahkan / membatukkan makanan yang potongannya terlalu besar, sebelum benar-benar sampai ke jalur napas di belakang mulut.

Karena dibiasakan belajar mengunyah makanan dari sejak pertama dikenalkan terhadap makanan, Archie jadi mulai mengerti untuk nggak memasukkan terlalu banyak makanan ke mulut (walaupun yang dia pegang di tangannya besar / banyak) karena dia tahu kalau banyak bisa sulit dikunyah / memicu muntah.
Ini artinya, kecenderungan bayi tercekik karena jalan napas tersumbat makanan in shaaallah sangat kecil. Karena setelah berkali-kali tersedak terbatuk, bayi akan belajar untuk nggak mengulang hal yang sama (memasukkan makanan terlalu banyak atau jauh ke belakang). Tapi lama-lama refleks muntah itu akan semakin mundur ke belakang, ketika bayi semakin besar. Maka dari itu, penting untuk mengajarkan bayi mengunyah dan memahami seberapa banyak makanan yang bisa masuk ke mulutnya, sebelum refleks muntah semakin mundur ke belakang. Pembiasaan itu dimulai dari 6 bulan. Saat usia 6 bulan pun, usus bayi juga udah siap (Lihat buku BLW halaman 74 bahasa indonesia).

Kentang kukus. Karena teksturnya cukup padat, sempat batuk-batuk waktu makan ini, tapi kalau sampai tersedak yang heboh alhamdulillah nggak juga.
❤️Kalau bayi di awal-awal BLW tersedak, selagi mereka masih bergerak dan bersuara, berusahalah untuk nggak panik, karena mereka sedang berusaha menyelesaikan urusannya sendiri (jangan sampai merasa terganggu dengan kepanikan kita). Mereka akan lanjut makan lagi seperti biasa setelahnya. Kalau bayi pucat, diam, kaku, baru perlu curiga. Sebisa mungkin udah membekali diri dengan cara pertolongan pertama untuk bayi yang tersumbat jalur nafasnya ya, SEPERTI DI VIDEO INI. 

❤️Saat makan, terutama di awal-awal, bayi HARUS duduk tegak. Tapi BUKAN berarti tulang punggungnya harus udah mampu / kuat untuk  duduk tegak sendiri. Aku baca beberapa artikel yang bilang bayi harus bisa duduk tegak dulu baru boleh BLW. Padahal nggak demikian, karena BLW disarankan dimulai di usia 6 bulan, dan nggak semua bayi 6 bulan udah bisa duduk tegak tanpa sandaran. Bahkan di buku BLW disarankan pakai bantal atau handuk untuk menyangga punggung bayi kalau belum bisa duduk tegak. Biar apa sih sebenarnya? Intinya supaya bayi nggak terlalu rileks dan bersandar sambil makan sehingga makanan tanpa sengaja terbawa ke belakang dan memungkinkan terjadinya tercekik. Anyway, Archie udah terbilang lancar banget makannya, jadi dia juga gayanya udah miring kesana kemari kadang kalau makan :') 

Makan daging sapi cincang. Tuh di belakang punggung Archie ada bantal. Haha. Tapi dia memang udah bisa duduk tegak saat itu.
Dengan semua yang kupelajari ini, plus mencari via internet cerita pengalaman sesama Ibu yang mempraktekkan BLW juga, aku jadi semakin mantap, dan... bismillah, hari pertama Archie 6 bulan, langsung BLW. 

***

APA YANG KUPERSIAPKAN UNTUK BLW ? 

Sebenarnya yang pertama adalah: KESEPAKATAN dengan seluruh anggota keluarga yang ada di rumah! Share, edukasikan dari jauh-jauh hari tentang apa itu BLW, bagaimana cara kerjanya, keamanannya, dan manfaatnya. Kalau perlu tunjukkan video-video yang membuktikan kalau kita bukan yang pertama apalagi satu-satunya yang menerapkan metode itu.


Tomat campur pear? Boleh juga...
Apa pun itu, mengurus anak bersama-sama pasti paling enak kalau saling terbuka dan sepakat. Nggak enak kan kalau yang merawat si bayi malah main salah-salahan saat mau memberi makan? Keluargaku di rumah semuanya udah kujelaskan, dan kurang lebih paham soal BLW jauh sebelum MPASI Archie dimulai, dan mereka mendukung, plus enjoy melihat Archie makan sampai sekarang. 

Kalau perlengkapannya... 
Di sini aku paparkan ya apa aja peralatan tempur yang kubeli dan benar-benar terpakai: 

Piring Silikon EZPZ Happy Bowl

untuk gambarnya 
Ini mangkok sekaligus nampan yang terbuat dari bahan silikon. Sekali diletakkan di atas permukaan meja, akan langsung menempel dengan kuat, sehingga aman nggak akan tergeser-geser apalagi terlempar-lempar saat dipakai untuk menyuguhkan makanan ke Archie. Ukuran Bowl ini adalah tengah-tengah di antara piring-piring silikon dari EZPZ. Nggak terlalu besar, nggak terlalu kecil. Pas! Makanya jadinya ini yang paling sering aku pakai selama sebulan lebih ini karena ini ukurannya paling pas di High Chair nya Archie. 

Piring Silikon EZPZ Mini Mat


Ini bukan mangkok, tapi piring silikon kecil dan tanpa nampan. Aku pernah pakai beberapa kali untuk di rumah dan di bawa bepergian, karena ukurannya yang mini memang di-desain agar travel-friendly. Tapinya karena dia tanpa nampan, aku jadi merasa ini kurang aman dan nyaman untuk dipakai makan di luar. Karena kalau makanannya jatuh, nggak tertampung di nampan piringnya melainkan langsung ke meja high chair. Kalau di tempat umum kan kita nggak tahu kebersihan High Chair-nya kaya apa. Aku pikir kayaknya lebih aman bawa yang Happy Bowl walaupun ukurannya agak lebih besar. Jadi agak menyesal sih beli Mini Mat ini. Tapi cuma ini yang muat di ukuran meja Booster Chair yang rata-rata kecil. Jadi ini masih dipakai juga sih kalau Archie makan menggunakan Booster Chair.

Piring Silikon EZPZ Happy Mat


Yang ini adalah piring silikon seperti Mini Mat, tapi ada nampannya dan ukurannya pun jauh lebih besar, sampai di High Chair-nya Archie pun nggak muat. Ini mungkin akan kepakai nanti, saat Archie-nya ikutan makan di meja makan (High Chair didekatkan ke meja makan) dan pilihan makanan Archie juga udah lebih beragam. (aku terus terang masih bertanya-tanya apakah jangan-jangan sebenarnya 1 Happy Bowl aja udah cukup!) 

Piring Silikon EZPZ Happy Bowl CareBear Edition

Aku beli ini di Hong Kong, setelah beli Booster Chair yang ternyata mejanya kecil bahkan untuk Mini Mat pun nggak muat. Resikonya kalau nggak muat gitu ya jadinya nempelnya nggak rapat, dan Archie sering penasaran pengen angkat piringnya itu. bisa berantakan deh semua. Sempat agak sedih karena ketiga piring yang Archie punya nggak muat, dan sementara, Archie jadi makan dari mejanya langsung.


Tapi pas ke toko peralatan bayi dan lihat EZPZ Carebear edition ini kaya kecil banget ukurannya, langsung kami tes pasang di display booster chair yang sama dengan punya Archie karena kami kebetulan beli di situ juga. Ternyata muat! Alhamdulillah langsung deh kami beli. Desainnya pun gemes banget. Coba udah lama lihat di Indonesia, pasti kubeli yang edisi ini aja untuk semua ukurannya, haha.

Anyway, ini perbandingan ukuran piring EZPZ nya. Mohon maaf kalau ukuran anaknya nggak sama, haha. Ya begitulah kira-kira, intinya.



Num Num Dip Spoon Gootensils


Ini sendok bayi! Benaran sendok bayi, soalnya bukan karena bentuknya mini aja, tapi memang didesain untuk membuat bayi yang masih belum bisa menciduk makanan pun jadi bisa menyuapi diri sendiri dengan sendok! Hahaha gemas! Bahannya silikon yang keras, jadi bisa sekalian berfungsi sebagai teether, hahaha! 

Doidy Cup


Gelas! Dari awal Archie belajar minum air putih, aku langsung ajarin Archie untuk pakai gelas (dan sekarang juga bisa minum dari botol air mineral). Doidy Cup ini memudahkan belajarnya Archie karena bentuknya condong. Cuma 2 - 3 hari dia belajarnya, di hari ke-4 dia jadi udah tahu cara minum dari gelas. Sekarang minum dari gelas biasa dan botol juga udah bisa. [Update, di usia 9 bulan ini dia sudah minum dari sedotan juga, dia pakai straw cup Pigeon MagMag. Seharian dicobain minum sambil aku contohin nyedot, alhamdulillah langsung ngerti].

Silicon Bib Baby Safe


Celemek berkantung ini berguna banget, terutama di awal-awal makan. Lucu deh waktu pertama-pertama, Archie pegang makanan tahu-tahu makanannya hilang dan dia cari-cari. Ternyata jatuh ke kantung bib-nya. Sampai semua makanannya habis di piring dan terkumpul di bib-nya, hahahah. Alhamdulillah kan masih bisa diambil lagi dan dimakan lagi. Dibandingkan kalau sampai jatuh ke lantai. Bahan silikon juga enak jadi gampang dicuci dan praktis kalau buat di bawa-bawa kemana-mana. Aku beli merk ini karena harganya jauh lebih terjangkau. Yang sampai 200 ribuan ke atas juga ada, tapi sayang kan, dan waktu mau beli itu takutnya juga Archie nggak betah pakai kantung gitu di lehernya. Untung alhamdulillah-nya dia betah.

High Chair / Booster Chair

Mommy... tambah dong...!
Ini sebenarnya nggak harus loh. Maksudku, buku BLW nggak yang mensyaratkan anak BLW harus makannya di High Chair / Booster Chair gitu. Bahkan ditulis di situ, kalau seandainya keluarga biasa makan ditikar gitu (lesehan), ya udah anaknya bisa diajak makan lesehan juga. Dipangku ya tapi, karena harus susuk tegak. Jadinya agak ribet. Kalau di depan TV juga boleh asalkan TV dimatikan sehingga anak bisa konsentrasi makan. Karena intinya adalah si anak have fun saat makan dan dilibatkan dalam momen makan bersama keluarga. Tapi bagiku High Chair & Booster Chair berguna banget karena paling nggak, selain nggak perlu dipangku, berantakan remah-remah makanan jadi hanya di sekitar situ aja karena dia duduk manis, nggak berusaha merangkak kesana kemari. Dan alhamdulillah Achie mau duduk di High Chair & Booster Chair, jadi, ya... alhamdulillah. Hihi. Oh iya, aku udah biasakan mendudukkan Archie di High Chair dari dia masih 4 bulan. Dia sering menemani aku makan, sambil gigit-gigit teether nya sendiri. Hehe. 

makan semangka di mall, duduk di High Chair~
*** 

Sebenarnya bagi aku segitu aja sih yang paling penting. Sisanya additional yang mungkin nggak perlu disediakan secara khusus karena udah ada di rumah: 

- Perlak / Alas Plastik: ini untuk alas makan, supaya makanan nggak langsung jatuh ke lantai. Archie awal-awal aja pakai ini, karena makanan yang jatuh masih sering. Semakin kesini jadi nggak terlalu, karena kebetulan meja high chair nya juga lebar, atau jatuhnya ke kantung bib-nya. (PS: sekarang Archie 9 bulan aku beli alas plastik lagi, soalnya booster chair-nya Archie di atas mat).

- Talenan & Pisau terpisah dari yang di rumah: ini optional banget, tapi aku lebih suka seperti ini. Kadang aku masak makanannya Archie berbarengan dengan tante yang lagi masak juga. Enak nggak berebutan talenan, haha. Lagian talenan di rumah sering dipakai potong cabe kan? Siapa tahu pedas-pedasnya masih nyisa. Kalau pisau sebenarnya banyak banget di rumah. Tapi aku tertariknya yang ada tutupnya. Kebetulan di rumah nggak ada.


Kotak Makanan kaya Lock & Lock atau semacam-nya: kebetulan di rumah ada banyak. Yang kecil-kecil. Biasanya untuk menyimpan makanan yang memang sengaja dibagi untuk beberapa kali makan. Ditaro di kulkas. Buat kotak bekal juga. Kalau yang kotak bekal aku pakai merk Tommee Tippee (nggak penting sih, apa aja bisa) yang ada sekatnya, jadi bisa bawa nggak cuma 1 jenis makanan. 

- Kukusan (Non-instan ataupun instan): Bulan pertama ini aku full pakai kukusan non-instan alias yang biasa aja di kompor. Kukusannya mini gitu, jadi memang pas untuk porsi makanan si Archie. Bisa juga dipakai buat merebus kan. 

- Penggorengan kecil: ini aku pakai untuk membakar-bakar atau menumis.



*** 

GIMANA CARA MEMBERI MAKANAN KE ARCHIE?

Kebalikan dari metode konvensional, saat di awal-awal mengajari bayi makan, bayi BLW justru jangan ditawarkan makanan saat mereka kelaparan. (Ada saatnya nanti di bulan-bulan berikutnya ketika mereka sudah tahu lapar dan akan minta makan sendiri). Why?

Mereka belum paham kalau yang ditawarkan itu makanan atau sesuatu yang bisa mengenyangkan. Jadi saat mereka lapar, mereka bisa frustasi kenapa malah ditawarkan “mainan”, padahal lagi lapar dan nggak mood main. Kalau kelaparan, mereka kemungkinan nggak bisa fokus untuk mengeksplorasi objek apa pun, sedangkan makan dengan cara BLW itu seperti kegiatan bermain yang melatih sensori dan motorik anak. Perlu konsentrasi dan pastinya energi untuk bisa fokus memahami dan menangani bentuk dan tekstur baru dari makanan, serta menganalisa efek dan rasa makanan saat dimasukkan ke mulut.
Ubi Ungu~~
Aku biasanya menawarkan Archie makan itu setengah sampai 1 jam setelah dia minum ASI. Untuk frekuensi pemberian berapa kali, itu juga, yang kubaca dari buku, nggak perlu terlalu fix, alias bisa fleksibel aja. Tawarkan kesempatan saat bisa, dan yang penting lihat kondisi si bayi.

makan buah peach! yum!
Herannya, kurasa semenjak makan, dia menyusunya makin kuat! Dan makannya pun semangat, alhamdulillah. Selain makan dan menyusu, biasanya hari berjalan dengan cepat karena Archie tidur dan main. 
***

MENU MAKANANAN ARCHIE APA AJA,
POLA MAKANNYA BAGAIMANA? 

❤️ Yang Boleh Dimakan Apa Aja Sher? 

"Peraturan" tentang makanan apa yang bisa dimakan oleh bayi kalau dari sudut pandang BLW, sebenarnya sederhana aja: BERBAGAI MACAM MAKANAN RUMAH MINUS GULA GARAM DI BAWAH 1 TAHUN, DENGAN SEDIKIT BANGET JENIS MAKANAN YANG PERLU DIHINDARI. Intinya: Banyak banget yang bisa dimakan, dan lebih gampang untuk sebutin yang sebaiknya nggak dimakan (nanti kusebut di bawah). Dari buku BLW dan juga baca-baca berbagai sumber, MPASI itu sebaiknya seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, serat, dan (terutama) kaya zat besi. Di awal-awal aku lakukan adalah mengumpulkan jenis makanan di atas yang mengandung banyak zat besi terlebih dahulu.


Dan walau bayi udah makan, ASI tetap masih penting dijadikan sumber nutrisi bayi, minimal sampai 1 tahun, jadi sebisa mungkin nggak berkurang, atau kalaupun berkurang nggak sampai banyak, takarannya. Setelah aku membuat data di atas, ya kesana-sana tinggal aku perluas, makanan sehat rumahan apa lagi yang bisa kutawarkan ke Archie. Jadi ya intinya, roti, salad, pasta, gorengan, sayur tumis, sop, kue, bla bla, asalkan no gulgar untuk bayi di bawah 1 tahun, dan benar-benar MAKANAN SEHAT (No MSG, Pengawet, bla bla, you name it) ya ayo.

❤️ Makanan Yang Harus Dihindari Apa Sher?

Gula: Aku nggak jelasin detail ya, intinya gula ini nggak bawa banyak nutrisi ke bayi, hanya membawa "Kalori Kosong", yang bisa membuat bayi "gemuk nggak sehat". Gula juga bisa merusak gigi yang bahkan masih "di dalam".

Garam: Ginjal bayi di bawah 1 tahun masih belum mampu mengolah banyak garam. Maksimum untuk bayi di bawah 1 tahun sekitar 1 gram Garam (atau 0,4 gram Sodium), dan di dalam ASI serta makanan alami pun ada yang sudah darisananya membawa kandungan garam alami. Jadi, benar-benar hati-hati terutama kalau beli makanan di luar, periksa baik-baik kandungan garamnya.
Ada beberapa yang perlu dihindari selain si GulGar di bawah setahun itu, yaitu yang beresiko bikin tersedak:
1. Kacang-kacangan yang keras (bukan kacang polong, kacang merah, kacang panjang!!! hahah). Karena bentuknya ya... kayak gitu kan, dan keras juga. Takut nyangkut di jalur pernapasan.
2. Buah berbiji, tapi kalau bijinya kecil bwanget atau halus kaya biji buah Naga atau Tomat sih in shaallah nggak apa-apa. Kalau semangka, jeruk, itu aku perhatikan benar-benar. (Apalagi kelengkeng, rambutan, salak??? wkwk aku belum pernah kasih itu semua).
3. Buah yang bentuknya bundar dan dikasih bulat-bulat. Misal Anggur, Tomat Ceri. Nah kalau dipotong 2 atau lebih kecil, ya nggak apa-apa. Biji Anggur-nya buang dulu ya.
4. Makanan yang menimbulkan reaksi alergi (Archie juga ada, nanti aku bahas di bawah).


❤️ Lalu Pola Makannya Gimana Sher?

Kalau dari pola-nya sendiri aku ikutin maunya Archie aja. Gimana maksudnya? Well, somehow kalau udah jadi ibu udah mulai mengerti ya beda rengekan dan bahasa tubuh bayi, kalau A mau apa, kalau B minta apa. Hahaha. Awalnya sih memang aku coba perkenalkan 2 kali sesi makan perhari (dan kalau mau cemilan, a.k.a makan sesuatu yang cuma sepotong atau sesuap doang) di waktu-waktu selain itu ya nggak masalah. Tapi setelah 8 bulan, dia udah makan lebih sering dari itu, bisa 3 atau 4 kali.

Jadi, pertama aku memperkenalkan makanan ke Archie itu di jam makan siang (antara pukul 11:30 - 12-30) dan di jam makan malam (antara pukul 17:00 - 18:30). Dan ternyata sepertinya dia terbiasa dengan pola makan seperti itu, dan terlihat nyaman, sehingga biasanya jam-jam segitu memang dia menunjukkan tanda-tanda gelisah “Mommy, ini udah jam aku main sesuatu yang teksturnya lucu-lucu, ada rasanya, dan bisa kutelan itu kan?! πŸ˜‚πŸ‘ŒπŸ»

kesemek korea yang manis dan lembut banget!
Alasan kenapa aku pilih jam-jam itu adalah karena jam segitu waktu dia bangun cukup luas. Selain jam itu dia lebih banyak menyusu (pagi dan menjelang malam) atau tidur-tidur ayam, bangun main, tidur ayam lagi. (Sepanjang siang menuju sore dan setelah petang). Bayi nggak mood makan kan kalau ngantuk dan lapar mau minum susu? Jadi, ya... begitu deh. Tapi seperti tadi kubilang di atas, semenjak masuk 8 bulan, dia udah nunjukin mau makan dari jam 10 pagi, dan bahkan di malam hari juga seperti masih mau makan porsi yang proper (bukan snack secomot-comot). Jadi ya semenjak 8 bulan, dia makan bisa 3-4 kali sehari.

❤️ Mau Lihat Daftar Makanannya Archie Dong Sher Selama 6-9 Bulan Ini?

Boleh. Tapi ini dibuatnya bukan baru-baru ini banget, jadi ada beberapa makanan yang udah Archie cobain juga misal beberapa hari belakangan ini, nggak ikut dicantumin. Dan pastinya seiring makin besar, jenis makanan Archie makin beragam.

Daftar makanan : 

selain itu Archie juga udah makan nasi biasa yang dimakan orang dewasa (semenjak 9 bulan), jagung, susu pasteurisasi untuk campuran makanan, dan lain-lain...

MENGENAI CARA MEMASAK DAN BUMBU / CAMPURAN SAAT PENGOLAHAN MAKANAN: 

Biarpun bayi baru belajar makan memang sebaiknya belum coba gula garam, tapi kan bayi juga perlu tambahan rasa. Jadi, Inilah yang aku pakai: 

❤️ Kaldu untuk Bayi no Gulgar no MSG merk Koala (Rasa Sapi, Ayam, dan Salmon)
❤️ Bawang Putih Bubuk
❤️ Bawang Merah siungan
❤️ Daun Jeruk
❤️ Daun Salam
❤️ Daun Bawang
❤️ Daun Seledri
❤️ Sereh
❤️ Herbs: Oregano, Rosemary, Thymes 

Dan karena bayi juga perlu lemak tambahan untuk pertumbuhannya, aku pakai:

❤️ Unsalted Butter merk Elle & Vire
❤️ Extra Light Olive Oil (bukan yang Virgin ya. Merk apa aja, tapi sekarang lagi pake Filippo Berio)

kuning telur di-dadar sama wortel dan buncis
Nah lemak tambahan ini aku pakai untuk menumis, membakar, atau menggoreng (ada yang tanya ke aku apakah boleh bayi makan yang digoreng? Kalau yang kubaca dari info-info BLW, seharusnya nggak apa-apa, asal tetap lembut dan digorengnya dengan 2 bahan di atas itu.)

MENGENAI MAKANAN BAYI DALAM KEMASAN:

Di daftar makanan di atas di bagian "snack" aku sebutkan merk makanan kemasan yang aku berikan ke Archie. So far, aku cukup selektif memilih produk kemasan ini. Seperti yang tadi kubilang di atas, kita pasti sama-sama sering dengar ya kalau bayi seeeebaiknyaaaa nggak diberikan garam dan gula sampai usia 1 tahun. Tapi di beberapa makanan seperti Happy Baby Organic misalnya, ada tercantum kadar gula organik dan garam organiknya juga, tapi itu rendaaaah banget dibandingkan batas maksimum kebutuhan garam di bayi usia 6-12 bulan.

maaf nggak ada fotonya pas lagi nyemil. Nih dikasih yang lagi bahagia dikasih tempe kukus aja. HAHAHA
Aku masih snack semacam itu kasih ke Archie karena memang sedikiiiiit banget banget kadar garamnya dan memang nggak sering juga. Jadi bukan setiap hari. Palingan seminggu beberapa kali gitu. Awalnya aku kasih yang semacam Yummy Bites itu karena penasaran soalnya banyak Mama di Mamapedia yang rekomendasikan berbagai macam snack yang baik untuk bayi sebagai selingan. Ternyata Archie juga suka, jadi lumayan untuk sesekali terutama saat lagi jalan-jalan di luar, apalagi kalau dia lagi ngilu-ngilu giginya karena teething. Di Hong Kong nggak ada Yummy Bites, tapi ada Happy Baby Organic Teething Wafers yang mirip-mirip. Jadi sekarang belinya itu.


semangka yang agak dingin juga enak buat ademin nyeri teething! hihi
Sedangkan yang puree organik kemasan seperti Little Freddie gitu, itu kubaca penjelasannya, bahwa produk mereka itu benar-benar produk organik murni (tanpa campuran apa-apa lagi) yang dihaluskan lalu dikemas dalam kemasan yang didesain bisa menjaga makanan dari bakteri jahat yang akan merusak makanan sehingga mereka nggak perlu pakai pengawet untuk makanannya, dan hanya bisa digunakan 2 hari setelah kemasannya dibuka. Bagi aku aman banget sih ini, secara di HK juga aku nggak tahu belanja produk organik di mana. Kalau di Indonesia biasanya aku pergi ke Farmers Market atau pesan dari keranjangsayur.com dan sayurbox app. Puree ini biasanya selain dimakan langsung sama Archie (nggak langsung dari pouch-nya tapi ditaro di kotak makanan dan disuap pakai sendok), bisa juga sebagai campuran makanan, misal yang puree buah bisa dijadiin "cocolan" buat buah yang dipotong. Yang puree sayur bisa dijadiin "bumbu" untuk daging-dagingannya Archie jadinya kandungan gizi di makanannya juga lebih beragam. Kandungan gulgar dalam Little Freddie Pouch ini juga kandungan yang memang secara natural ada di sayur atau buahnya, bukan ditambahkan dengan sengaja. Coba mampir ke sini deh kalau penasaran sama kandungan Little Freddie, Moms.

nah, misalnya ini. Saosnya ini pakai puree tomat organik nih.
Aku cuma pilih yang safe for vegetarian, atau kalaupun ada dagingnya, cuma ikan-ikanan aja, karena aku belum ketemu produk bayi di Hong Kong yang ada label halalnya. Jadi memang kami kalau lagi di HK ini jauh lebih teliti baca ingredients, karena nggak semua makanan ada label halal-nya, dan nggak semua yang nggak ada label halal-nya udah pasti nggak halal. Ya misalnya makanan untuk vegetarian yang nggak mengandung alkohol, atau cuma mengandung daging hewan laut yang memang nggak perlu disembelih secara islam.

***

Oh iya, kalau aku, apapun itu yang kukasih ke Archie, akan AKU COBA MAKAN SENDIRI dulu. Kalau buat aku fix nggak enak karena misalnya terlalu pahit macam alpukat yang kadang pahitnya bikin pusing, aku nggak akan kasih Archie. Tapi kalau yang aku nggak doyan, seperti tomat, ati, itu aku coba dulu tawarkan ke Archie. Karena kan itu masalah selera ya. Dan ternyata Archie suka. Ya udah alhamdulillah.
***

PENGALAMAN MAKAN ARCHIE DI USIA 6-9 BULAN

sebahagia itu makan wortel kukus dicampur kentang tumbuk hahaha. bumbunya? Pakai kaldu sapi :)
Alhamdulillah bisa dikatakan pengalaman kami (aku dan Archie) cukup mulus di 3 bulan pertama ini. Archie hampir nggak pernah menolak makanan apa pun, atau kelihatan nggak suka dan memuntahkan makanan. Semuanya di makan, tapi memang ada yang sampai habis, ada yang nggak. KECUALI saat pertama kalinya dia demam, di usia 7 bulan. Atau saat tumbuhgiginya lagi di puncak-puncaknya. Itu dia masih mau makan, tapi sedikit, dan pernah juga mendorong pelan tangan aku yang nawarin makanan, atau cuma ngaduk-ngaduk makanannya. Maklum lah ya, sakit. Tapi selain itu alhamdulillah lancar.

Kalau dalam situasi normal, makanan nggak habis pun bisa banyak alasannya. Bisa jadi karena dia masih perlu waktu lebih lama dengan beberapa tekstur baru, karena ngantuk, karena mau minum susu, karena kegerahan dan jadi nggak betah, dan yang terakhir, karena tumbuh gigi sehingga gusi nggak enak. Tapi secara garis besar, Archie hampir selalu makan apapun yang ditawarkan ke dia. 

tahu goreng~
❤️Sher? Jadi ini kamu kasih ke Archie Menu tunggal atau campur? Kok kelihatannya banyakan tunggal? 

Archie awalnya pakai menu tunggal untuk tes makanan apa yang kira-kira menyebabkan dampak apa atau nggak berdampak apa-apa, lalu lama-lama aku mulai campur apapun itu yang sebelumnya udah pernah dites tunggal. Biasanya bergantian, sehabis buah kutawarin protein atau karbo, atau sebaliknya. Kadang juga dicampur, ya seperti orang dewasa makan. Ya intinya, tujuannya biar Archie mengenali tiap tekstur dan rasa masing-masing jenis makanan. Tapi dalam sehari, asupan gizi yang Archie dapat pastinya beragam.

❤️ Apa Archie benar-benar sepanjang sebulan ini SELALU HANYA makan dengan tangannya sendiri? 

Nggak kok. Aku terus terang nggak saklek yang benar-benar jangan coba-coba suapin anak. Ya aku kadang masih menyuapi sesuap dua suap, karena.... karena saat aku pegang makanan dia (misalnya mau balikin yang tercecer di meja high-chair kembali ke piringnya supaya dia lebih mudah mencari), dianya yang mangap sendiri minta disuapi, atau kadang dia tarik tangan aku masuk ke mulutnya! Hahahaha. Tapi itu nggak yang sampai bikin dia jadi nggak mau makan sendiri dan maunya disuapi aja. Dia tetap suka banget eksplorasi makanan dengan tangan sendiri. Lebih ke 80-85% makan sendiri. Kalau di luar rumah biasanya aku bantu menyuapi, tapi dia juga karena biasa makan sendiri, tanganku ditangkap sama dia, jadinya kami masukin makanan ke mulut dia tuh bareng-bareng πŸ˜…

Jadi aku pernah baca ada yang nulis begini di online: “Kasian ya anak BLW, nggak pernah merasakan disuapi pakai tangan ibunya dengan penuh kasih sayang!” Akunya jadi.... “errrrr..... {...........} seriously?” πŸ˜‚

Tuh disuapin tuh sama Mommy! Hahaha. Ini lagi jalan-jalan di Mall.
❤️ Kalau Bayi BLW gitu disuapin, apa nantinya nggak jadi malas tuh makan sendiri?

Mmm... kalau itu aku nggak bisa jamin. Tergantung cara ibu dan tergantung respon anak. Penulis buku BLW sih berharapnya para ibu nggak perlu mix-mix nyuapin anaknya gitu, apalagi kalau nyuapinnya karena semacam "geregetan" karena bayinya makannya kaya nggak kelar-kelar atau apa. Menyuapi bayi yang lagi belajar makan itu bisa menjadi intervensi yang kurang menyenangkan bagi bayi. Beberapa bisa merasa terganggu dan sedih. Beberapa jadi merasa malas latihan dan belajar makan, toh ada ibuk. Gitu. Nah kalau Archie memang nggak sering disuapin, tapi sekalinya disuapin, itu terjadi dengan saling keridhoan di antara kami dan tanpa unsur pemaksaan (?) hehe. Jadi misal dia mangap mau disuapin ya disuapin, misal lagi disuapin dia mau nyomot ya udah. Cuma kalau dia lagi asik makan sendiri, misalnya. Ya itu nggak "dibantu" dalam artian kurang menyenangkan. Jadinya dia bisa nikmatin momen makan sendiri itu sebagai "Me-Time". Makanya biarpun dia suka disuapin, dia juga tetap suka makan sendiri. Kurasa dalam hal ini bisa beda-beda, tiap ibu lihat respon anaknya aja.  


secuil demi secuil, lama-lama semangkok masuk perut~sabar~sabar~~

❤️ Archie makan daging-dagingan nih Sher jadinya? Kan ada artikel yang bilang kalau bayi BLW rawan kekurangan zat besi karena nggak bisa makan protein hewani?

Duh... itu anggapan yang kurang tepat loh :') seperti yang udah aku tulis di atas, iya, Archie makan daging-dagingan. Sejauh ini makannya daging Sapi, Ayam, Domba (beda loh ya sama kambing. Domba lembut banget!) dan Ikan Salmon, Makarel, plus Ati Ayam. Kenapa juga ada yang menyimpulkan kalau bayi BLW nggak bisa makan protein hewani? Karena dikiranya, bayi BLW cuma BOLEHNYA makan finger food, dan daging-dagingan adalah termasuk kategori finger food yang terlalu besar, terlalu impossible, terlalu maksain kalau ditawarkan ke bayi 6 bulan :')?

Sebenarnya nggak begitu. Gini, biarpun ada beberapa ibu BLW yang komitmen maunya ngasih finger food aja, tapi buku BLW sendiri nggak mewajibkan demikian, malah memberi berbagai opsi bentuk dan pengolahan makanan SELAGI si bayi mau dan tangannya sudah bisa handle. Ya memang makanan yang memudahkan bayi (terutama yang baru belajar makan) untuk pegang sendiri biasanya berbentuk finger. Tapi, sebenarnya, makanan apapun asalkan sesuai dengan syarat keamanan bayi seusianya, dan sekiranya tangannya bisa pegang makanan itu untuk dimasukkan ke mulutnya, ya nggak apa-apa.

Ini daging domba, dipotong kecil-kecil setelah di-marinate dengan bawang putih dan jahe, lalu dibakar dengan butter. btw, daging domba ini beda sama daging kambing yang biasa kita makan. Ini lembut banget, bagian tenderloinnya, dan nggak ada bau-bau sama sekali. Jadinya mudah dimakan Archie.
Banyak cara supaya bisa makan daging dengan aman. Misal, digiling sampai halus lalu dibuat nugget atau perkedel sehingga gampang dikunyah? Atau hasil gilingannya itu dicampur dengan bubur nasi? Atau bisa juga pilih daging yang lembut banget kaya Wagyu dan pakai trik pengolahan daging yang bisa bikin daging benar-benar lembut dan gampang dikunyah. Kalaupun memang dari awal orang tua mau membiasakan bayi menangani tekstur daging (belajar megangnya, belajar ngunyahnya), ya sebenarnya kalaupun bayi belum bisa, paling nggak mereka bisa mengisap sari-sari dari daging itu. Intinya banyak cara, lah. Yang penting bayinya bisa pegang sendiri dan atur sendiri gimana makannya, dengan kita sebagai orang tua mengawasi. Hehe.

"Wagyu My Love..."kata Archie. Hahaha. Ekspresinya bahagia banget pas makan ini! Cara bikinnya sama kaya domba di atas, di marinate dengan bawang putih, jahe, dan oregano, lalu dibakar dengan butter. 

❤️ Archie jadinya makan bubur juga Sher? Katanya BLW?

Di buku BLW juga ada bilang nggak apa-apa kalau mau kasih thick puree atau ya semacam makanan lembek yang masih bertekstur gitu. Asal bayinya bisa makannya. Itu kan ragam TEKSTUR juga? Kalau Archie nggak pernah pegang atau nyoba tekstur yang lembek begitu, nanti kalau sampai gede nggak doyan bubur ayam, jus, smoothies, gimana? Heheheh. Intinya sih, aku berharap Archie doyan semuanya. Dan Alhamdulillah dia doyan! Cara makannya gimana? Pakai sendok bisa, pakai tangan langsung juga bisa. Awalnya aku sendokin dan dia yang nyuap sendiri (sendoknya kukasih ke dia). Tapi kesini-sini dia udah mulai berusaha niru nyendok sendiri, dan mungkin karena doyan dan greget gemas, dia meraup juga pakai tangan dan di makan aja pakai tangan. Karena cara dia menyendok juga masih cuma ala-ala aja. Haha.

ini kuning telur rebus sama bubur nasi
Aku kasih dia bubur itu sebenarnya awalnya karena aku juga mau bantu dia makan daging-dagingan. Karena di awal-awal waktu aku kasih Archie daging dalam bentuk finger gitu, kemampuan mengunyah Archie belum bisa menangani tekstur daging, mana baru mulai tumbuh gigi. Jadinya dagingnya dia emut-emut aja. Kita aja punya gigi kadang malas kunyah daging. Haha. Nah, kalau dagingnya dicacah-cacah dengan bubur nasi dan kuah kaldu, Archie doyan banget. Dimakan, ditelan. Intinya sih aku memperkenalkan tekstur daging untuk dia belajar ngunyah, iya... ngasih masakan daging yang dia bisa kunyah dan telan dengan mudah juga iya. Karena berusaha seimbangin pembelajaran dengan asupan, hahahha.

ini bubur nasi pakai daging cincang yang direbus dengan bawang putih dan sebelumnya di-marinate dengan jahe :)
Tapi sekarang Archie udah mulai suka banget makan daging yang ala-ala steak gitu masaknya. Aku masak seenak mungkin deh (?) walau tanpa gulgar, dan juga bikin dagingnya benar-benar lembut di mulut (bisa pakai daging Wagyu, di-marinate dengan jahe). Sekarang jadinya dia bisa makan daging dengan tanpa campuran bubur, karena steak-nya udah juicy dan lembut dari sananya.

Makan bubur ayam yuk!!! Ayam-nya dipotong kecil-kecil, di-marinate dulu dengan bawang putih dan jahe, lalu dikukus, terus dicampur ke bubur nasi yang kuahnya kaldu ayam! Yum! Kalo buburnya padat gini, habis kok dimakan pakai tangan.

❤️ Archie pernah tersedak Sher??? 

Tersedak yang kaya batuk-batuk biasa terus lanjut makan? Pernah. Dan... percaya nggak? Itu Nggak Sering. Iya, Jarang. Bukan, bukan maksud aku karena Archie anak paling hebat (?) atau apa. Tapi alhamdulillah kalau sejauh ini memang jarang tersedak. Intinya memang ikuti peraturan BLW sih: makanan  yang diberikan harus bisa kita pencet dengan 2 jari sampai terpisah, jadi apapun itu diolah sampai jadi squishable begitu. Bayi duduk harus tegak, dan kalau bisa jangan terlalu banyak intervensi sehingga dia bisa berkonsentrasi belajar menangani makanannya.

kacang polong bisa dimakan dalam bentuk utuh begini saat bayi udah bisa mencuil dengan telunjuk dan ibu jari, biasanya 7 bulan ke atas. 
Belajar percaya sama bayi, namun tetap mengawasi dengan tenang (ya atau belagak tenang kaya aku, nggak mau kelihatan panik di depan Archie! Hahaha). Sebenarnya menurut buku BLW sih, justru karena bayi BLW belajar mengunyah dulu baru belajar menelan, kecenderungan dia untuk tersedak ya cuma di awal-awal saat dia belajar menghaluskan makanan, dibandingkan kalau memang dari awal diperkenalkan makanan, dia lebih terbiasa tahu kalau makanan bisa langsung disedot / diseruput aja baru belakangan diberi makanan yang harus dikunyah. Malah kalau Archie lebih sering batuk pas minum air daripada saat makan. Apalagi sekarang-sekarang gini, udah hampir nggak pernah batuk-batuk kalau makan, alhamdulillah.

❤️ Oiya! Archie udah tumbuh gigi Sher???


Udah!! Dari 6 bulan udah ada yang keluar giginya. Sampai saat ini ada 6 totalnya, 4 di atas, 2 di bawah. dan entah sepertinya ada juga di dalam-dalam karena aku lihat putih-putih. Alhamdulillah banget... masih mau makan. Tapi ya itu, kuperhatikan saat lagi awal-awal banget teething, jadi agak malas mengunyah daging, padahal daging kan perlu dan penting banget buat zat besi. Akhirnya kubantu dengan tekstur basah dan kentalnya bubur supaya daging yang kucincang bisa masuk bersama bubur nasi. Kalau buah mah dia makan seperti biasa aja seperti nggak ada apa-apa. Kalau sekarang sih kelihatannya nggak masalah ngunyah apa aja. Termasuk ngunyah jari, bahu, dan entah apalagi dari tubuh Mommy-nya.......

❤️ Archie makannya pakai tangan kanan nggak Sher?

Pakai 2 tangan. Iya, dua-duanya. Aku sejauh ini belum tahu apa dia punya kecenderungan kidal atau nggak (In shaaallah nggak, amin). Tapi saat pertama kali banget dia makan, dia langsung pakai tangan kanan sih. Cuma ya selanjutnya dia sering ganti-gantian antara kiri dan kanan. karena, bayi itu memang biasanya AMBIDEXTROUS alias memakai kedua tangan dan belum menunjukkan kecenderungan tangan yang mana yang lebih dominan. Artikel ini cukup menjelaskan:

CR: HERE
Di artikel di atas dijelaskan bahwa anak-anak menunjukkan kecenderungan tangan kanan/kiri di usia  setidaknya 2-3 tahun. Tapi suatu hari saat Archie masih 7 bulan, ada yang pernah bilang ke aku (seseorang yang nggak kenal sama aku secara personal), intinya dia bilang dia mau kasih saran ke aku untuk nggak biarin Archie makan pakai tangan kiri karena nggak baik menurut Islam. 

Well... sejujurnya aku agak ((agak)) ya, cuma agak (haha) sedikit sedih sih ditegur begitu, hihi. Maksudnya... in shaallah aku juga nggak mau anakku makan dengan tangan yang kurang baik dalam Islam, tapi... dia kan masih bayi :') dia ngerti kalau yang dia pegang itu bisa dimakan dan mengenyangkan aja udah alhamdulillah :') Haha. tapi aku makasih juga ditegur langsung seperti itu, jadinya aku bisa menjelaskan baik-baik ke dia (entahlah, mungkin belum mengalami gimana rasanya ngajarin anak bayi 7 bulan untuk makan).

si seneng banget makan tahu! haha
sepemahamanku, bayi-bayi 7 bulan belum mengerti esensi tangan kanan & kiri, dan bahwa mereka memang menggunakan kedua tangannya untuk mengeksplorasi apapun yang ada di sekitarnya. Makan adalah salah satu bentuk pelatihan sensori dan motorik juga bagi mereka, jadilah mereka pakai dua tangan. Begitu pula dengan Archie. Tentulah kami di rumah sering memberi afirmasi, "Nak... makannya pakai tangan kanan ya...", ya tapi kognitif Archie belum sampai untuk memahami itu. In shaaallah nanti saat waktunya tiba, akan paham juga. Walaupun memang ada faktor lainnya termasuk genetik juga yang menentukan apakah seorang anak akan kidal / nggak. Untuk sekarang, udah mau makan aja alhamdulillah! Hahahah.

makan mangga, kulitnya nggak dikupas supaya gampang dipegang (atas saran Mom Kaia dari Mamapedia yang udah BLW-an duluan juga), dan dia ternyata bisa misahin sendiri. Di situ makin yakin kalau kita memang perlu banget percaya sama kemampuan bayi :')
❤️ ASI-nya gimana setelah udah lancar makan gini?

Tadi sempat kusebut di atas, kalau entah kenapa, setelah makan rasanya dia juga jadi lebih semangat nyusu. Di awal-awal memang belum banyak juga kan yang dimakan. Tapi setelah kesini-sini pun Archie masih yang nyusu banget kok biarpun makannya rasanya udah banyak. Intinya sebenarnya aku nggak terlalu pusingin. Aku lihat Archie tanda-tanda mau nyusu, ya kasih. Terutama juga karena memang pengenalan makan dengan BLW itu menganut bayi harus kenyang susu dulu sebelum ditawari makan. Kesini-sini juga akan bisa kelihatan, kapan saatnya dia "minta makan", dan kapan saatnya "minta nyusu". Dan kadang ada momen di mana aku sendiri heran, perasaan dia harusnya udah kenyang deh karena makannya banyaaaakk banget, tapi tetep minta nyusu juga! Ya udah deh dia yang tau perutnya dan perasaannya gimana, it's all baby-led! Mommy ngikut aja... hehe. In shaallah ikutin sinyal bayi adalah cara Allah untuk nuntun seorang ibu. 



❤️ Jadi intinya, BLW itu bukan metode TEGA sama bayi, ya Sher?
Yehhh... kalau udah baca sampai sini, masih mikir kayagitu.... aku angkat tangan deh ah :')

***

KONDISI KESEHATAN ARCHIE SETELAH MAKAN DENGAN BLW DARI 6-9 BULAN

Aku concern banget sama keadaan Archie selama dia MPASI ini. Biar gimanapun kan, kita nggak boleh takabur. Harus antisipasi siapa tahu perlu ada perbaikan dalam cara yang selama ini diterapkan. Jadinya aku evaluasi dengan pergi ke dokter saat Archie masuk 7 bulan. Sebenarnya udah nggak ada imunisasi lagi di 7 bulan, tapi aku benar-benar bela-belain datang ke RS untuk menimbang berat badan Archie (kalau nimbang baiknya pakai 1 timbangan yang dijadikan standar karena timbangan sering beda hasilnya), dan juga cek darah untuk memeriksa kandungan zat besi Archie. Singkat cerita... berat badan Archie naiknya bagus, yaitu 400 gram! Eits, untuk anak seusia Archie, itu udah optimal loh. At least begitulah kata dokterku dan beberapa situs-situs yang kubaca, misalnya ini:

from kellymom.com

Jadi udah bukan harus naik sekilo-sekilo lagi. Apalagi kalau bayinya super aktif kan nggak tiduran aja seperti dulu. 

Dan hasil tes darah (hemoglobin dll) Archie juga alhamdulillah semuanya baik dan masih di dalam batas wajar anak seusia Archie. Menurut dokter, bayi yang rentan terkena Anemia Defisiensi Besi (ADB) itu di sekitaran usia 8-9 bulan, sebagai akumulasi dari kekurangan zat besi selama berbulan-bulan sebelumnya (jadi kadang 6 bulan belum kelihatan). Makanya, aku disarankan cek lagi mungkin saat Archie berusia 9 bulan. Untuk sementara waktu, aku harus benar-benar terus berusaha mengejar kebutuhan zat besi Archie dengan meningkatkan asupan makanan Archie. Nah, masuk 9 bulan ini, berat badan Archie naiknya nggak terlalu banyak, yang kuperhatikan karena faktor banyak gerak. Soalnya kalau makanan dan ASI sih banyak terus yang masuk. Cumanya untuk cek darah, belum tahu nih gimana, soalnya semenjak 13 Februari kemarin, kami pindah lagi ke Hong Kong.

aku coba rutinin kasih Archie makan daging setiap hari. Ayam, Sapi, Domba, Ikan, Telur... dan bareng dengan buah dan sayur tinggi vitamin C pastinya.

❤️ Sher, pakai suplemen penambah Zat Besi buat Archie? Atau apa? 

Sampai saat aku menulis ini, aku belum pakai suplemen penambah Zat Besi khusus. Sebenarnya udah coba satu kali. Tapi Archie wajahnya seperti shock gitu. Akhirnya kucoba dan ternyata rasanya memang nggak enak ya hahaha, rasa sirup campur besi 🀣. Sampai sekarang jadinya aku masih usahakan dengan meningkatkan asupan makanan. Sekarang selalu berusaha sering-seringin terus kasih makanan tinggi zat besi seperti daging-dagingan, dan barengin makanan tinggi zat besi dengan buah tinggi vitamin C dalam sekali sesi makan. Karena vitamin C sangat membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh.

pasta gandum, dengan tomat dan daging domba sebagai sausnya. Tinggi zat besi, in shaallah!
Kalau Suplemen yang holistic (bukan khusus Zat Besi), aku udah kasih ke Archie setelah mulai MPASI. Tapi itu memang dari Brand yang udah keluarga kami konsumsi dari 2007 (termasuk saat aku hamil dan menyusui, bahkan dapat persetujuan dokter untuk cukup pakai itu aja dan nggak diresepi vitamin dari RS selama hamil). Dan memang produk khusus bayi dan anak-anak dari brand itu udah aku cita-cita buat kasih ke anakku dari aku masih gadis! Hahahaha. Fungsinya lebih ke tambahan asupan  nutrisi. Archie suka banget rasanya. Hahaha.

tuh doyan banget dia! hahaha
❤️Kenapa sih Sher nggak kasih aja suplemen zat besi-nya? Kan bagus juga hitung-hitung buat vitamin otak?

Ya... nggak apa-apa. Dokterku juga nggak wajibin, malah saranin makanan-makanan apa aja yang bisa memberi asupan zat besi, karena kebetulan Archie-nya masih mau makan apa aja. Jadi sebisa mungkin aku coba dulu ikhtiyar lewat makanan aja suplemen keluarga yang udah kuberikan itu (yang kebetulan rasanya enak banget juga). Kalau nanti-nanti naudzubillah hasil darah Archie menurun kondisinya, tentu aja aku akan coba merutinkan suplemen zat besi-nya. Kalau mama lainnya memang udah biasa merutinkan pemberian zat besi ke anaknya karena memang dirasa perlu sesuai kondisi anaknya masing-masing, ya tentu nggak apa-apa.



❤️Archie Ada Alergi Nggak Sher?

Duh soal alergi ini benar-benar bikin deg-degan! Jadi waktu Archie di bawah 4 bulan, kulitnya banyak nunjukin tanda-tanda alergi. "Dicurigai" oleh salah satu DSA yang dulu Archie kunjungi kalau dia ada alergi protein susu sapi lah, telur lah, apa lah, padahal dia ASI eksklusif, yang berujung pada MOMMY-nya yang harus puasa makan apapun yang memungkinkan terbawa ASI dan menyebabkan alergi. Tapi nyatanya udah puasa segala rupa tetap aja sama. Ujung-ujungnya ke spesialis alergi, ditenangkan dan dijelaskan kalau itu kemungkinan besar BUKAN alergi, dan hanya mekanisma tubuh bayi yang menyesuaikan diri sama makanan lewat ASI dan juga lingkungan. Lama-lama akan terbiasa in shaaallah.


Dokter spesialis ini malah dukung aku untuk hajar pantangan itu karena pada dasarnya yang dipantang ini makanan penting tinggi zat besi dan lain-lain!!! Akhirnya alhamdulillah kelihatan Archie mulai kuat tubuhnya, tapi saat di awal MPASI, dia sempat nunjukin reaksi alergi sama putih telur saat kedua kalinya dikasih (pas pertama makan telur rebus itu dia nggak apa-apa, haha). Jadi sampai sekarang aku kasihnya kuning telur terus sih. Mungkin nanti dicoba lagi.


❤️ Poop-nya Archie gimana Sher?

Baik-baik aja kok. Serius! Teksturnya gonta ganti tapi masih yang dikategorikan normal, warnanya pun juga. Ya mengikuti yang dimakan, dan kadang ada serpihan makanan yang keluar juga di poopnya, itu normal. Paling lama nggak poop normalnya ya 3 hari lah. Biasanya sehari iya sehari nggak. Kadang juga setiap hari. Tapi intinya semenjak dia makan, yang kelihatan sembelit gitu nggak pernah, alhamdulillah. Maksudnya, walaupun aku kadang lihat tekstur poop yang bentuk bulat kepalan gitu, tapi Archie nggak pernah yang kelihatan saat poop kesakitan atau setengah mati usaha. Seringnya sih mukanya effortless atau bengong-bengong tegang sedikit, tahu-tahu udah bau semerbak! Hahahaha. Tips-nya sih ya baca-baca aja makanan apa yang bisa bikin bayi sembelit dan mana yang bisa memperlancar, dan itu dikasihnya selang seling. Buah Naga sama Pear biasanya banyak jadi "penyelamat" sembelit bagi para Mama.



***

TANTANGAN MEMAKAI METODE BLW APA SHER? KALAU LAGI DI LUAR GIMANA?

Mmm... pastinya setiap pilihan hidup ada tantangannya, ya. Dari ceritaku di atas, aku udah bilang kan kalau aku 80-85% BLW, 10-15% nya spoonfeeding / handfeeding. Jadi aku sedikit banyak bisa bilang, kalau tantangannya BLW itu:

1. lebih lama dan lebih berantakan --dalam beberapa case ya--. Ada saat-saat dimana aku pikir Archie disuapin aja biar cepat dan biar bersih, mumpung dianya mau-mau aja juga disuapin (dia nggak perlu cuci tangan, nggak perlu pakai celemek, dan nggak perlu sampai ganti baju apalagi sampai mandi kalau makanan dia belepotan ke baju, ke kepala, dll. Misal kalau lagi mau jalan, atau kalau memang lagi jalan di luar. Tapi nggak juga kok, aku nggak sering kaya gitu, karena Archie memang lebih suka makan sendiri, dan kalau dia makan sendiri gitu, bisa dikatakan dia sambil main, jadinya ngilangin bete-nya dia kalau misal lagi diajak jalan keluar. Jadinya dia nggak bengong aja nungguin orang makan karena dia ikut makan juga.

disuapin alpukat~
2. Karena makanan masih dianggap semi-makanan semi-mainan, ya kadang dia amatin, dia pencet-pencet, terus,,, whoops. Kebuang, atau dibuang, kelepas, atau dilepas... ke lantai. Ya aku lihat kadang dia sengaja, karena memang lagi fasenya jatoh-jatohin sesuatu untuk mempelajari sebab-akibat dan sebagainya, tapi kadang juga nggak sengaja karena makanannya diayun-ayun di tangannya terus kelepas atau kelempar HAHAHA. 

Nah tips-nya biar nggak banyak yang kebuang-buang atau biar nggak terlalu berantakan gitu, aku pegang satu tempat yang isinya seluruh porsi makanan yang udah kusiapin buat dia, dan aku taro sedikit-sedikit ke piring yang dia pakai (kalau ada / bawa pas lagi keluar) atau ke tangan dia langsung, satu potong satu potong. Jadi kalau dia udah nyuap dan udah habis ditelan, baru kukasih yang selanjutnya.

Kayak gini, nanti ditaro sediokit-sedikit ke piringnya (ini nasi dan kuning telur dadar).
Kalau lagi makan di luar, ya biasanya aku nggak bawa makanan yang amis (daging-dagingan, ikan, dll). Bawanya buah sama sayur, dan bukan yang gampang tercerai berai. Terus Archie-nya duduk di High Chair, pakein bib / apron-nya. Yang kujadiin bekal biasanya pepaya, pisang yang siap makan atau pisang kepok direbus (iya ini agak kotor kadang jadinya, tapi nggak yang heboh gitu kok kalau caranya kaya aku bilang di atas gitu), kentang dan wortel direbus pake kaldu sapi, kiwi, semangka, puree organik steril dalam kemasan-nya Little Freddie (ini aku selalu bawa tempat makan kecil dan sendok, bukan Archie makan langsung dari tempatnya. Jadi kalau makan yang ini, Archie disuapin, kecuali kalau misal, makannya pakai buah atau sayur yang dicocolin kesitu, dia aku kasih pegang sendiri), dan juga cemilan-cemilan semacam Happy Baby Organic Teething Wafers.   

Makan nasi, dikasihnya sedikit-sedikit ke piringnya, kalau dikasih langsung banyak, pasti jadi lebih banyak yang kebuang.
3. Biar bagaimanapun, bersihinnya lebih ribet. Misal, dia udah kenyang, udah mau bangun dari bangkunya, dengan tangan dan muka celemotan sementara meja dan piring dan lantai juga celemotan. Kita harus "selamatin" si bayi dulu, bersihin badan dia atau kadang kalau kotornya heboh banget (bau amis daging misalnya, ditambah dia garuk-garuk muka dan kepala), ya mau nggak mau harus mandiin dulu, apalagi kalau si bayi tau-tau udah ngantuk! Hahaha. Mandiin buru-buru, tidurin dulu, baru deh... bisa beresin meja, piring, dan lantai. Yah, begitulah. Kalau disuapin, mungkin cuma perlu lap mulut aja sedikit ya kalau bayinya memang anteng makannya (yang aku alamin sih gitu hihi). Tapi aku percaya, BLW memang cuma perlu sabar. In shaallah semua ini ada hikmahnya. Yang penting Archie bahagia!! hehehe. 


4. Tambahan deh, mungkin kalau BLW  ada rasa kekhawatiran jangan-jangan makanan yang masuk ke tubuh bayi itu kurang atau apa? Ya kuncinya memang rajin-rajin ditawarin berbagai macam makanan aja, dan biar nggak kebuang-buang ya memang jangan dikasih langsung banyak di satu piring. Kalau nggak salah sih aku baca di buku, kasihlah sekitar 3 potong dulu. Kalau habis di piringnya entah dimakan entah kebuang, baru isi lagi piringnya. In shaallah masa-masa itu akan berlalu dan suatu saat akan mengerti kalau namanya buang makanan itu mubazir, haha. Untuk sekarang mereka belum mengerti, jadi bersabarlah... :')

nggak sabar mau makan ayam kukus dan kentang gorengnya hahaha.
Masalah kepadatan tekstur apakah si bayi bisa menangani, ya selain percaya sama kemampuan bayi, dibarengi juga sama pengamatan ibunya ya. Seperti misal aku lihat Archie makan daging-dagingan, berbagai macam cara masak, bentuk pemotongan, cara penyajian, aku coba semua, yang mana yang sekiranya gampang ketelan sama bayi. Tapi jangan menyerah dan mentok di puree. Terus coba dan coba mana yang paling cocok untuk bayi makan sambil main dan belajar. Karena tujuannya adalah bayi benar-benar bisa mengenal tekstur makanan yang sesungguhnya, bisa menangani dan mencintai makanan itu just the way it is

hello. dinner bareng aku yuk. makan nasi. hahaha.
***

ADA NGGAK HAL BERKESAN / LUCU SAAT ARCHIE MAKAN?

Ada!!! 
Jadi, saat itu Archie lagi makan kentang rebus, di hari awal-awal MPASI. Sempat batuk tersedak beberapa kali. Di situ, Nana-nya Archie (Bundaku), pegangin HP aku supaya Zeno yang lagi video-call bisa lihat anaknya makan juga (saat masih LDR Jakarta - Hong Kong). Zeno nih tadinya lebih parno daripada aku waktu Archie awal-awal BLW. Lalu tiba-tiba saat makan kentang itu wajah Archie jadi tegang banget, kaku, dan... mukanya memerah! Kami semua kaget, apalagi si Daddy nun jauh di sana. Aku langsung buru-buru goyang-goyang badan Archie, nada bicaraku udah mulai panik, dan... tahunya....

Preeeteteteeetet.

Anaknya POOP sambil makan 🀣🀣🀣🀣🀣. Kzl lah. Bikin kaget! Bikin tegang! Hahahahaha. Alhamdulillah nggak kenapa-kenapa. Aku udah ancang-ancang mau first aid! πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦



Eh. Nggg... apa lagi ya? 

KESIMPULAN:

1. BACA BUKUNYA DULU SEBELUM MEMULAI BLW (atau sebelum judging kalau BLW itu nggak bagus, bahaya, dll). HARUS. TITIK. berguna banget supaya nggak sampai ada kesalahan penerapan (beda-beda dikit nggak apa-apa tapi kalau sampai nggak sengaja melakukan yang berlawanan dengan prinsip BLW... nanti malah gimana-gimana. Dan dengan membaca bukunya juga menambah rasa percaya diri si ibu dalam menerapkannya. Gampangnya gini, kalau tahu-tahu ada yang nyinyirin atau nge-judge nggak jelas, kita punya pegangan yang jelas. Bukannya malah jadi insecure karena cuma modal browsing-browsing yang bisa aja dipandang remeh sama orang ("yaelah korban google!" misal...)

2. Harus sepakatan sama orang rumah. Sosialisasikan tentang BLW supaya lingkungan bayi saat makan di rumah itu menyenangkan bukan menegangkan.


3. Prinsip utama di awal adalah: bayi nggak langsung tahu itu adalah makanan, jadi be humble untuk menerima kalau di awal-awal mereka mungkin nggak makan sama sekali dan masih banyakan buang-buangnya. Yah manusia memang begitu kan? Kita pun begitu. Adakalanya semangat makan adakalanya nggak. Dan rasa atau jenis makanan nggak selalu jadi penyebabnya. Bisa jadi memang lagi ngantuk, kenyang, sedih, pusing, sakit perut. Banyak faktor lah. Sayangnya bayi nggak bisa bahasainnya. Jadinya yang ada malah frustasi kalau dipaksa. Coba sabarin dan berusaha ngerti aja. Namanya manusia kan pasti butuh makan, kalau segalanya udah enakan in shaallah makan juga kok asalkan memang bukan trauma. sabarin... sabarin. In shaallah mereka akan ngerti saat diberi kesempatan terus.

4. Jangan ada paksaan, karena BLW memang ada untuk bayi mendapat kesan "MAKAN ITU MENYENANGKAN dan MERUPAKAN KEBUTUHAN NALURIAHKU". Kalau ada paksaan atau tekanan, ya gimana bayi bisa merasakan itu. Jadi ibunya harus banyak tarik napas, elus dada, senyum tabah. Hahaha.



5. Walau sebisa mungkin turuti guideline buku, ya tapi seorang ibu harus selalu ingat untuk menggunakan instingnya juga. Biar gimana, ibu yang lebih mengerti lah anaknya gimana. Tapi juga jangan gegabah menggunakan insting yang sampai akhirnya malah bikin menyesal atau menyalahkan diri sendiri.

6. Bagi aku pribadi, kemandirian adalah "bonus". Kalau Archie bisa jadi lebih mandiri alhamdulillah, kalau belum juga nggak apa-apa. Ya namanya masih bayi, menurutku masih banyak waktu di masa depan nanti untuk melatih kemandirian. Tujuan utamaku adalah, Archie senang dan mempunyai kesan + kebiasaan positif terhadap makan dan makanan. Itu aja dulu.

lihat deh caranya megang nasi. hahahaha XD

7. I love you moms! Ayo kita berusaha sama-sama jadi ibu yang penuh cinta!! Dan, metode apapun yang Moms ambil, in shaallah itu untuk kebaikan anak tercinta kan? Dengan memilih salah satu atau keduanya, tentu ada kelebihan dan kekurangan serta tantangannya, dan bahwa pilihan ini bukanlah kompetisi, tapi usaha menunjukkan rasa cinta sama anak kita masing-masing. Semangat! Hehe.

Ya udah itu aja sih. Udah panjang banget ya... hahaha. Doakan ya semoga lancar proses makan dan perkembangan Archie. Aku juga doakan semoga mama-mama lain perjalanannya lancar juga dalam mengurus anaknya, amin! 

Semoga tulisanku ini membantu ya...

Bonus: lagi nyemil malah ketiduran XD hahahah
Kalau ada yang mau ditanyakan, boleh komen di sini, email aku atau DM ke instagramku @sheemasherry !

4 comments

  1. Thank you for sharing dear.. aq lg di tahap ngenalin makanan ke babyku karena dalam beberapa hari ini dia genap 6 bulan. Tertarik banget tentang BLW. Klo boleh tau buku yg kamu baca apa aja ya? Soalnya walaupun aq ngga berencana 100% BLW aq pengen anakku juga happy klo waktunya makan. Kmrn waktu makan puree alpukat dia emang seneng banget pas aq kasi sendoknya trus dia emut2 sendiri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaii. Alhamdulillah... semoga bisa bermanfaat ya.
      Kalau untuk buku, aku hanya baca buku panduan dari semacam “penggagas” BLW nya sendiri yaitu buku Baby Led Weaning by Gill Rapley & Tracey Murkett. Itu udah cukup banget kok.. sisanya mungkin bisa lihat ibu2 sesama BLW sebagai bentuk support & penguat diri haha misal di IG @CeritaBLW :)

      Iyaa sebenarnya dijelaskan bahwa sudah fitrahnya bayi itu senang kalau dibiarkan bereksplorasi sendiri, termasuk sama makanan. Ya orang tuanya tapinya jd harus bener2 awasin dan jg banyak sabar kl di awal2 banyak berantakan dimana2 atau apa :’)

      Delete
  2. Aaaahhhhh... BLOGPOST INI BENER2 TERPADU BANGET DAN BERMANFAAT BANGET AKU TERHARUUUU πŸ’–πŸ’– semuanyaaaaa dijelasin dengan detail bahkan aku sampai kaya gapunya pertanyaan apapun setelah membaca postingan ini πŸ’–πŸ’– rasanya kaya gaperlu beli dan baca bukunya (?) *Plak! Bener2 membantu para moms yg mempersiapkan MPASI buat babynya. MashaAllah Archie pintar dan sehat banget yaa.. dia benar2 kooperatif dan kamupun sangat sangat sangaaaattt cerdas sekali dalam menerapkan metode BLWnya. Mulai dari menu2 yg beragam dan cara km menyikapi susah senangnya menerapkan metode ini. So proud! (?) πŸ’–πŸ’– Ah pokoknya aku happy banget baca postingan kali ini. Mana bonus foto2 Archie yg super duper menggemaskan. Tumbuh sehat selalu ya sayang ontyyy πŸ’–πŸ’–πŸ’– ditunggu blogpost selanjutnyaaaa. Love!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allahhhh komenmu penuh cinta anet beebb. Hahaha alhamdulillaaah. Apa dedek baby cantikmu yg blm kluar itu uda mo disiapin piring silikon dr skrg ni setelah baca ini? Hahahah.
      Terima kasih sudah selalu menyayangi dirikuu dan Archieee :* boleh loh blog ini direkomendasikan ke smua org di duniaaahhh (?) wkwkkw πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–

      Delete

Hi! πŸ’–πŸ’–πŸ’– PLEASE MAKE SURE TO WRITE YOUR COMMENT ON NOTE APP OR SOMETHING LIKE THAT FIRST, and then paste it here, because sometimes google has some errors that your comments MAY disappear without being published :( you may not want to rewrite it, do you? 😭😭😭