γ‚·γƒΌγƒž シェγƒͺγƒΌ です (*^Ο‰^*)οΎ‰♡ ! This blog is currently undergoing a lot of slow construction [But you still can access!] and I hope to make it fully back soon with more about parenting / family, and daily adventures!

#Sherry1stPregnancy (1) : Kisah Awal, dan Rasa Kehamilan Ini ❤

Hong Kong, Senin, 24 Oktober 2016.
Masih sekitar pukul 4 pagi. Seorang perempuan berusia 25 tahun berdiri di samping suaminya, 29 tahun, di depan wastafel kamar mandi dengan wajah yang tampak masih mengantuk, walau sebenarnya kantuk itu telah lenyap beberapa saat lalu. Ia sedang berharap-harap cemas, sambil melihat bergantian ke arah wajah, dan sesuatu di tangan suaminya.
"Gimana sayang...?" tanyanya lirih.
"Sebentar ya... sebentar lagi." suaminya menjawab dengan tenang.
Perempuan itu terdiam, menunduk menggigit bibirnya. Hanya menunggu beberapa menit, tapi rasanya lama sekali.
Sampai ketika terdengar bunyi "bip" pelan, ia mengangkat kepalanya lagi dengan cepat.
"Gimana?" tanyanya dengan nada penuh harap, menatap mata suaminya.
Sang suami tersenyum, sambil menyodorkan sesuatu yang berbunyi di tangannya tadi, "Alhamdulillah, sayang." ujarnya. Ia membiarkan istrinya mengambil dan mengamati dulu benda yang ditunjukkannya, sebelum akhirnya mereka berpelukan erat dengan mata yang berkaca-kaca dan hati yang tergugah.  

Alhamdulillah...


 Assalaamu Alaikum, Konnichiwa! 

Bismillaah. Karena postingan tentang kehamilan, persalinan (dan parenting secara umum) cukup sensitif, sebelum tulisanku di bawah dibaca panjang lebar, aku mau bilang kalau ini semua adalah PENDAPAT & PILIHAN PERSONAL aku, yang menurut aku in shaaallah terbaik untuk AKU dan keadaanku, jadi apapun itu yang kupikir dan kujalani yang NGGAK SAMA dengan orang lain, itu BUKAN berarti aku selalu merasa apa yang orang lain lakukan adalah pasti nggak baik / kurang baik. Semoga bisa dipahami dan semoga nggak ada yang triggered buat mikir aneh-aneh atau sensi atau membanding-bandingkan dengan negatif. In shaaAllah aku juga coba ber-husnuzhon sama pilihan orang lain. Thank you πŸ€—πŸ’–.

***

Nggak terasa udah hampir setahun semenjak aku melahirkan!!!! Postingan ini jadi postingan pertama rangkuman pengalaman kehamilanku yang kutulis setelah melahirkan! Sebelumnya, aku udah posting 3 #Sherry1stPregnancy Posts, tapi semuanya dalam keadaan masih menjalani kehamilan (aku tandai dengan kode (a), (b), dan (c), jadinya masih sesuai sama apa yang aku rasa saat itu tanpa tahu sisa kehamilan ke depannya seperti apa dan tanpa tahu gimana bentuk anaknya! Hahaha. Nah, postingan ini dan seterusnya, aku akan ceritain pengalaman kehamilanku dari sudut pandang seseorang yang udah berhasil melewati prosesnya dengan selamat dan bahagia (aku tandai dengan (1), (2), (3) dst.), hehe Alhamdulillah πŸ’–

Untuk yang pertama ini, aku akan cerita tentang awal mula aku tahu aku hamil, dan juga gimana sih perasaan dan pikiran aku selama hamil, secara general. Hehe. I hope you enjoy it πŸ€—

***

SHER GIMANA CERITA AWAL HAMILNYA? 

Selama aku hidup, aku belum pernah benar-benar menyaksikan dan tinggal bareng sehari-hari dengan orang hamil. Jadi aku tadinya nggak benar-benar mengerti gimana struggle nya jadi orang hamil. Bundaku juga nggak pernah cerita apa-apa sih mengenai kehamilannya. Ya udah lama banget juga, udah lupa banget mungkin. Beliau cuma pernah bilang, waktu mengandung aku dulu, beliau ngidamnya buah jamblang, dan suka banget main game PacMan. Haha. KZL πŸ˜‚

Ke Disneyland Perdana... bareng temenku Febi, yang waktu itu lagi hamil... hihihi ^_^
Waktu aku pertama datang untuk tinggal di Hong Kong (2014), sahabatku, Febi, sesama istri Engineer di sana, kebetulan lagi hamil. Usia kandungannya saat itu udah jalan 7 bulan, kalau nggak salah. Perutnya udah mulai besar. Dia lah satu-satunya ibu hamil yang aku sering lihat / ketemu, walau nggak setiap hari. Febi ini orangnya strong dan mandiri, plus, kebetulan kehamilannya termasuk yang “easy”, jadi aku juga nggak benar-benar melihat sesuatu yang gimana banget yang bisa aku pelajari dari kehamilan dia. Yang aku tahu, aku sayang sama anaknya karena aku udah lihat dia dari masih di perut. Hahaha. Tapi setelah merasakan sendiri namanya hamil.... ternyata..... (?) 😁😳

Aku dan Zeno merencanakan kehamilan sejak Ramadhan 2016 (sekitar bulan Juli), karena saat itu kami udah merasa agak-cukup-siap lahir batin, dan nggak tahu mau nunggu apa lagi. Kalau nunggu fully siap mah nggak tahu kapan ya. Nikah-nya kan udah dari 4 Januari 2014, udah cukup lama lah ya “pacaran” pasca nikah-nya. 


LAGI HAMIL PUN PERGI PACARAN. Foto di Mesin Purikura, Saat Autumn, di Hong Kong. Usia kehamilan sekitar sebulanan, sebelum pulang ke Indonesia

Iya, kami memang memutuskan merencanakan waktu kehamilannya di tahun itu. Alhamdulillah, 3 bulan setelah mengusahakan hamil, akhirnya pada 22 September 2016, atas izin Allah, jadi hari pertama dihitungnya usia kehamilan ku.

Saat kami cek kehamilan itu, aku dan Zeno kebetulan memang sedang persiapan akan pulang dari Hong Kong untuk menetap di Indonesia selama beberapa waktu karena perihal pekerjaannya Zeno. Jadilah aku menjalani hari-hari kehamilanku di Indonesia. Alhamdulillah banget! Karena sejujurnya aku saat itu berharap nggak jalanin kehamilan di Hong Kong (karena alasan traumatik dan lain-lain), tapi berharap juga pas hamil pertama tuh bisa bareng suami, jangan sampai pisah negara, eh tahunya akhirnya kami memang sama-sama bareng pulang ke Indonesia. Alhamdulillaaaahh doaku dikabulkan dengan cara yang nggak disangka-sangka. πŸ€—πŸ’–

penerbangan pertama kami Hong Kong - Jakarta sama si bayi di kandungan, usia 1,5 bulanan. Ada pelangi.. ^_^ . Saat itu kami pilih perjalanan hari kamis malam, karena kami baca-baca, sunnah safar di hari kamis, dan malam hari. hehe.

KEADAAN FISIKNYA SELAMA HAMIL GIMANA SHER?

Beberapa bulan pertama kehamilan tuh rasanya nggak terlalu yang gimana-gimana. Alhamdulillah kehamilan aku termasuk kategori yang cukup easy juga. Ada mual tapi sedikiiiiit aja, aku cuma nggak suka cium bau minyak dari orang yang goreng sesuatu. Ada keram-keram perut juga... kaya orang mau haid, tapi nggak yang parah sampai melilit. Hanya berasa seperti ada sensasi beda, kenceng-kenceng meregang gimana gitu yang bikin aku tahu kalau sesuatu sedang terjadi di dalam rahim ini. Hehe.

Cepat lelah sih iya, dan pastinya ada rasa takut juga buat berlelah-lelah, jadi kalau udah berasa lelah dikit, aku langsung buru-buru istirahat. 

Karena.... sebenarnya dulu di tahun 2014, aku pernah keguguran di usia kehamilan menuju 3 bulan. Waktu itu aku baru banget tinggal di Hong Kong. *well , ini first time aku sebut soal ini terang-terangan di media sosial.* Rasanya traumatik banget. Ini salah satunya yang bikin nggak mau hamil di HK lagi, kebetulan aku dirujuk ke RS yang bagiku kurang memperlakukan pasiennya secara manusiawi... yah gitu deh πŸ’”πŸ’”πŸ’”, jadi bahasnya juga suka sedih. Udah gitu qaddarallah berbarengan sama kondisi kesehatan aku yang lagi parah saat itu... makanya itu bikin aku sama Zeno saat itu jadi mikir banget buat agak menunda kehamilan selanjutnya. Pengennya aku udah sehat dan sembuh betul, dan pengennya kalau bisa nggak di HK lagi. Karena penyakitku pun saat itu nggak tertangani dengan baik di HK. Ujung-ujungnya dapat jawaban kesembuhan dari Allah saat ke Rumah Sakit yang Istimewa banget Di Hati Aku (?) di Malaysia.

sebelum pulang ke Indonesia, mampir dulu ke toko favoritku di Hong Kong: Donguri Republic!

Tapi waktu kemarin ini pas nyoba hamil lagi di HK, sebenarnya kami udah agak-agak pasrah. Karena kami merasa secara usia udah nggak mau nunda lagi, tapi secara kondisi kami, saat itu memang masih harus tinggal di HK.   Jadi kami juga belajar soal sistem RS di HK (supaya bisa terhindar dari dirujuk ke RS yang dulu lagi) dan nanya-banyak sama teman-teman di HK yang punya pengalaman bersalin atau juga baru mau bersalin di HK. Eh, qaddarallah pas akhirnya positif hamil, pas memang kami udah bisa ke Indonesia dulu. Alhamdulillah!!!! Selengkapnya tentang kondisi kesehatan aku yang down saat di HK, ceritanya BISA LIHAT DI SINI

Nah, pas udah minggu-minggu akhir mau lahiran, ya rasanya udah agak lain ya. Perutnya kencengnya udah wow banget, karena bayinya juga udah gede banget. Jalan juga jadi agak tu-dua-satu-dua-huff-huff-huff. Hihihi. Belum lagi si bayi nendangnya kalau tengah malam semangat banget. Bikin aku galau susah bobo. Hahahaha. Kalau kisah menjelang persalinan nanti aku jelasin lebih detail lagi di postingan yang berbeda ya. Soal ngidam dan lain-lain juga akan kuceritain lebi detail di postingan lain.

Cr: HERE

Oh iya, di minggu-minggu awal kehamilan yang ini, aku juga sempat ada flek, sekali doang sih, aku inget banget saat itu kami lagi di Disneyland. Udah menjelang maghrib baru lihat ada itu setelah dari toilet. Tapi kebetulan saat itu aku memang udah pernah baca, kalau spotting darah/flek kaya gitu memang kadang terjadi di awal kehamilan, karena, mmm... semacam, uterus lagi “bersih-bersih” untuk persiapan tempat janin, begitu lah kira-kira. Nanti coba browsing google lagi aja ya kalau penasaran, haha. CMIIW. Dan memang saat itu aku nggak panik, walaupun udah pernah pengalaman keguguran. Somehow, aku kaya punya feeling kalau kehamilanku kali ini in shaaallah kuat. πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

Zeno  sih agak kelihatan tegang, dia takutnya hari itu akunya udah kecapean banget di Disneyland makanya sampai ada spotting. Tapi sebenarnya aku sendiri merasa nggak capek yang gimana gitu saat itu, karena hari itu kami benar-benar ((hampir)) seharian duduk di satu tempat doang, yaitu tempat di mana bisa lihat princess-princess Disney muncul (karena kami punya membership "magic access" pass untuk masuk Disneyland HK sepanjang tahun, jadi kami nggak perlu yang seharian maksain explore Disneyland kesana kemari). πŸ’ͺπŸ˜†

Aku jelasin ke Zeno, in shaallah ini nggak apa-apa, aku percaya sama janinku yang sekarang ini, dan Zeno pun berusaha untuk tetap tenang juga walau aku yakin dalam hati dia was-was banget. Aku dan Zeno jalan pelan-pelaaaan banget saat pulang dari sana. Alhamdulillah besoknya nggak keluar lagi fleknya, dan semuanya berjalan lancar, hehe.😊😊

Disneyland!

***

SHER ADA IKHTIYAR KHUSUS YANG DILAKUIN SAAT HAMIL??? 

Tentunya Ikhtiyar tiap ibu (termasuk aku) selama hamil banyak ya, baik yang secara pikiran / psikologis, maupun secara fisik. Di postingan ini aku share sebagian ikhtiyar aku dari segi pikiran dan fisik yang menurutku jadi hal yang penting banget buat kujalani selama kehamilan.

Pastinya, selain yang kutulis di bawah ini, ada juga ikhtiyar-ikhtiyar lainnya ya mulai dari pemilihan rumah sakit, dokter, senam hamil, suplemen yang diminum, dan lain-lain, yang in shaallah akan aku share di postingan  yang berbeda.πŸ˜‰πŸ‘Œ

Dari minggu-minggu awal kehamilan, aku udah rajin-rajin memberi afirmasi positif dan mensugesti diri supaya selalu senang, tenang, dan bersyukur atas kehamilan ini. Maksudnya, berusaha nggak mikir aneh-aneh, apalagi sampai cemas dan stress. Katanya kan stres di awal kehamilan itu bisa berdampak ke janin. Jadi ya bener-bener usaha banget supaya bisa tetep happy dan positif.

Sebenarnya, saat aku hamil muda itu, aku dan Zeno lagi baru aja dapat berbagai ujian kehidupan, dan cukup beruntun, salah satunya adalah meninggalnya Ayah-nya Zeno (YANG AKU SAYANG BANGET) setelah sekian lama berjuang sana sini melawan sakit komplikasi. Tapi saat itu, kami berdua benar-benar bersepakat untuk selalu optimis dan mendukung satu sama lain, selain demi kehamilan yang sehat, juga demi pikiran yang selalu jernih, supaya bisa fokus untuk berjuang mencari cara agar lulus dari ujian yang Allah berikan itu. Alhamdulillah ujian demi ujian itu (yang prosesnya lumayan lama juga) bisa kami lalui dengan pertolongan kasih sayang Allah, dan jadi pelajaran + pengalaman yang berharga banget buat aku, Zeno, dan mungkin nanti akan kami ceritain juga ke si Bayi :') 

Kesadaranku akan keadaanku sebagai seorang wanita yang lagi mengandung calon penerus generasi (?) mulai meningkat saat sejak memasuki usia kehamilan dua bulanan. Aku mulai benar-benar bertekad menjaga mata dari lihat yang menurut aku kurang baik untuk dilihat (di sini aku jadi ngefilter banget input yang masuk ke aku, terutama yang dari barat-barat), aku juga berusaha banget buat jaga lisan dan telinga dari ngomong dan dengar yang nggak baik πŸ™ˆπŸ™‰πŸ™Š.  Sebenernya yang kaya gini sih basic kan. Banyak kan yang ngingetin kalau orang hamil tu jangan suka lihat, denger, dan ngomong sembarangan. Ya, aku memegang banget aturan itu, tapi memang lebih fokus ke apa yang dianggap “sembarangan” menurut agama dibandingkan ke something superstitious. Misal, denger, baca, atau ikutan ghibah-in orang, lihat adegan-adegan apalah gitu di media-media barat, yaaa you name it lah. Intinya yang aku harap anakku nggak lakuin atau sukain saat dia lahir dan hidup nanti, ya aku usaha hindarin. Usaha ya. Aku nggak bilang aku maksimal lakuinnya, tapi aku usaha. πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦

Terus aku juga jadi rutinin dengar kajian agama, dan makin perbanyak ibadah kaya nambahin solat sunnah dan porsi ngaji quran gitu. Saat itu aku berasa banget kaya pengen ningkatin seningkatin-ningkatinnya kegiatan positif yang aku lakuin dan kurang-kurangin yang negatif, supaya ngaruh ke bayinya. Dan persiapan belajar kajian-kajian agama itu juga supaya aku bisa jadi ibu yang baik di mata Allah dan mendidik anakku dengan cara yang paling diridhoi Allah, supaya selalu diberi kemudahan dalam hidup di dunia dan akhirat. Udah gitu ajaaa.

CR: HERE

Gimana ya... aku saat itu mikirnya... aku sebagai manusia merasa "takut", dan hanya bisa pasrah sama Allah tentang gimana keturunan yang Allah kasih buat kami, jadi aku kaya takut waktuku selama hamil terpakai banyak bukan buat berdoa dan beramal baik supaya dikabulkan sama Allah dapat keturunan seperti yang kami harapkan. Jadi aku berusaha maksimalin banget mumpung bayi masih belum keluar dari rahim dan masih diaduk adonannya (?). Karena ya... itu. Katanya kan, apa yang dilakukan sang Ibu saat hamil ngaruh kan ke bagaimana anaknya nanti? Ya... kaya gitu lah. Namanya juga ikhtiyar. Usaahaaaa. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… . Hehehe.

Ini aku bukan lagi sombong, ujub, riyaa', in shaaallah bukaaann πŸ˜“πŸ’¦Allaahu a’lam, cuma sharing kalau aku benar-benar berusaha improve kegiatan aku dari pas sebelum hamil sama pas udah hamil. Ketika mau lalukan sesuatu yang baik, setan akan selalu bisikin supaya kita riya’, atau supaya kita nggak jadi lakuin karena takut dikira riya’, kalo kita ikutin, ya berhasil deh setan. Tapi bismillah, niat aku baik untuk share pengalamanku, siapa tahu bermanfaat buat yang lain in one way or another. *lanjut ya*

Jadi, kalau di bulan pertama masih sempat ke Disneyland dan main game di PSVita atau 3DS (main game Persona 4,  Persona Q, Harvest Moon The Lost Valley, sama berbagai game Pokemon! Siapa yang suka juga?? hahaha) lama kelamaan kesana-sananya nonton Sailor Moon kesayangan sekitar setengah jam aja rasanya kaya sayang banget waktunya (saat itu Sailor Moon lagi tayang new season, remake version, Sailor Moon Crystal namanya. Padahal tadinya aku rutin banget nonton, ya... karena belasan tahun nunggu kan? Hahahaha). Malah di bulan-bulan akhir kehamilan, aku sampai di titik di mana aku merasa sebagian besar social life ku itu jadi distraction banget dan akhirnya aku jadi Pregnancy Social Detox kan. Rasanya mau fokus ke apapun itu yang tentang ilmu-ilmu kehamilan dan parenting, persiapan persalinan, ngenalin quran seeeebanyak-banyaknya ke Janin, dan lain-lain. Rasanya jadi kejar tayang (?) gimana gitu. hihi.  Dan, sampai saat aku nulis ini, anakku udah mau setahun usianya, aku benar-benar belum pernah lagi sempat main game yang kusebut di atas dan nonton Sailor Moon. Hahaha. Kangen? BANGET! Tapi entah kenapa bisa ketahan karena tergeser kewajiban-kewajiban, dan hiburan-hiburan singkat yang lebih less-engaging / less-nyandu 🀣🀣🀣

Sekali lagi, alhamdulillah ini pilihan aku secara personal ya. Kalau orang lain ada yang selama hamil lakuin A, B, C, D yang nggak sama ama aku, aku nggak bilang itu pasti nggak baik atau apa. Setiap orang pasti punya alasan masing-masing atas pilihannya dan juga ada konsekuensi tersendiri atas pilihannya.

My Mars! Bye-bye for a while! Cr: HERE

*lanjut*

Kami juga udah mulai langsung ajak ngomong janin di dalam rahim dari awal banget kami tahu kalau aku hamil. Padahal banyak yang bilang bukannya janin usia dini gitu belum bisa dengar, atau, janin kan belum ditiupkan ruh-nya sampai usia 4 bulan di kandungan. Emang bisa diajak ngomong? Yaaa ditanya begitu ya mikirnya bisa nggak bisa ya bisa-bisain aja. Hahaha. Bahkan.. sejujurnya, waktu usia kandungan sebulan dua bulan gitu, feeling kalau di dalam perut itu ada bayi juga belum ada. Dengan kata lain, akunya sendiri belum ada berasa sayang sama bayi di rahim. Zeno pernah nanya, “Sayang... kamu belum ada rasa-rasa sayang atau apa gitu ya sama bayinya?”. Nanyanya dengan nada biasa aja sih, nggak yang sedih atau nuduh gitu. Kujawab, “Mmm... iya, belum nih. Tapi nggak apa-apa, rasa itu pasti tumbuh secara natural nanti 😊”.  Zeno bilang “Iya, In shaaallah 😊”.

Ya terlepas dari itu semua, kami percaya sama kekuatan kata-kata. Air aja dibacakan yang baik-baik bisa jadi sesuatu yang baik, jadi obat. Apalagi janin. Mau dia nggak ngerti atau dengar pun, dan biarpun aku belum ada rasa, kami mau ajak bicara dan doakan yang baik-baik selalu. Hehe.

Contohnya: "Sayang... tumbuh yang optimal ya... sehat selalu... jadi anak soleh/solehah..."

Dan kami juga rutin mengamalkan doa rosulullah untuk keturunannya yang memang udah sering dibaca jauh semenjak belum menikah, yaitu:


***


SHER UDAH NENTUIN MAU DIPANGGIL APA DARI MASIH HAMIL?

Udah! Dari kehamilan pertamaku yang keguguran di 2014 itu, aku udah biasa manggil Zeno dengan sebutan "Daddy", sementara Zeno masih manggil aku dengan sebutan "Sayang", atau "Mily" (yang artinya sayang juga pokoknya). Saat hamil yang sekarang, Zeno mulai belajar manggil aku "Mommy", dan aku senang banget! Hahaha.

Kalimat favoritku dari awal kehamilan adalah:
❤ "Daddy... Mommy Hamil... ^_^" 
sambil natap dia dengan wajah berbinar-binar.

Dan Zeno selalu meleleh kalau liat aku begitu! Hahahahaha! Langsung wajahnya bahagia penuh haru campur gemas wkwkwk.

Lagi hamil, udah ada buncit-buncitnya dikit, tapi kemana-mana dikira dedeq dedeq pacaran melulu~

Lanjut ke Part 2 ya nanti, In shaaallah aku akan cerita tentang Ngidam, Hormon & Vitalitas Selama Hamil ~

Makasih banyak udah baca sampai sepanjang ini! Jaa Ne! 

VISIT THIS LINK FOR MORE PREGNANCY STORY:


4 comments

  1. Thank you for being strong Wife and Mommy. It was hard and tough time but beautiful and impressive at the same time. We learn a lot and make our bond much more stronger. Thank you and I love you Mommy. ��������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah for a husband like you with all the things I can always be thankful about. Alhamdulillah banget. Udah, gitu aja aku mah jawabnya sayang. πŸ˜­πŸ’–πŸ˜­πŸ’–

      Delete
  2. Waaaah Sherry, seneng banget bacanya. Ditunggu tulisan selanjutnya. Semoga di tahun ini aku juga bisa segera hamil :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lia... makasih ya udah baca. Amin ya Allah... in shaallah yaa Lia! Segera!

      Delete

Hi! πŸ’–πŸ’–πŸ’– PLEASE MAKE SURE TO WRITE YOUR COMMENT ON NOTE APP OR SOMETHING LIKE THAT FIRST, and then paste it here, because sometimes google has some errors that your comments MAY disappear without being published :( you may not want to rewrite it, do you? 😭😭😭