γ‚·γƒΌγƒž シェγƒͺγƒΌ です (*^Ο‰^*)οΎ‰♡ ! This blog is currently undergoing a lot of slow construction [But you still can access!] and I hope to make it fully back soon with more about parenting / family, and daily adventures!

[BLOG/VLOG] Memperkenalkan Pantai pada Bayi (Archie, 9 Bulan)

Asaalaamu Alaikum, Konnichiwa!


Kalau lihat foto bayi di pantai, apa yang ada di pikiran? “aakk lucu banget... gemes... pinter banget yaa suka banget main di pasir...😍” atau, “eh itu nggak apa-apa tuh duduk di pasir? Itu pasirnya nggak masuk-masuk ke badannya? Nggak gatel? Apa nggak dimakanin tuh pasirnya 😧?” Atau dua-duanya? Hihi. Yang manapun, aku ngerti kok. Apalagi namanya kalau udah jadi ibu, ya pasti mau menawarkan banyak kesempatan pengalaman untuk bayinya, tapi juga punya berbagai kekhawatiran sebelum mencoba.

Kali ini aku bagi pengalamanku dan Zeno memperkenalkan pantai to our Baby Prince Archie untuk pertama kalinya! Ada VLOG-nya juga, baca terus aja ya ke bawah!

KENAPA MENGAJAK BAYI KE PANTAI ITU BAIK?

πŸ’œPengalaman Sensori

Bayi harus banyak-banyak diperkenalkan pada pengalaman sensori. Intinya, bayi harus sebanyak-banyaknya diberikan kesempatan untuk bereksplorasi dengan panca indera mereka. Manfaatnya, semakin banyak ia bereksplorasi, semakin ia memahami bagaimana melakukan dan menangani sesuatu di dunia yang besar ini. Dan dari setiap pengalaman belajar itu, otak semakin berkembang dengan pesat karena lebih aktif terpakai dengan lebih maksimal, sehingga otak semakin “tajam” gitu istilahnya πŸ˜™. Haha. Begitu juga dengan fisik mereka. Dalam setiap latihan sensori, bayi pasti berusaha untuk terbiasa menangani sesuatu. Awalnya mungkin gagal, tapi seiring mencoba terus, lama-lama akan jadi lebih baik, entah itu pergerakan tangannya saat memegang / mengangkat sesuatu, atau kakinya, atau apa. πŸ‘


Semakin cepat dan banyak bayi dikenalkan terhadap banyak rangsangan (dengan kapasitas yang sewajarnya, jangan sampai berlebihan dan membuat bayi kelihatan stres, lelah, overwhelmed), semakin baik untuk membantu bayi lebih percaya diri dalam memahami kehidupan di dunia. 😊

Pantai punya banyak stimulasi sensori yang bisa diberikan pada bayi. Tekstur pasir, air asin, angin, aroma khas laut, belum lagi kerang-kerang, hamparan warna biru dan cream, ombak yang berkejaran, dan tentunya orang-orang yang lalu lalang menikmati pantai juga. 

πŸ’œSuara Ombak yang Menenangkan Seperti Rahim

Udah tahu / pernah dengar kalau bayi itu suka sama suara white noise, misal kaya suara kipas angin atau hairdryer gitu, karena mirip sama suara di dalam rahim? Yes, suara ombak di pantai juga sama! Apalagi kalau pantainya yang tenang dan nggak crowded, nostalgic deh buat si bayi. Hehe. 🌊🌊🌊



πŸ’œAir Laut Bermanfaat Untuk Tubuh

Aku baca kalau air laut itu bisa mengobati berbagai macam permasalahan kulit, termasuk ECZEMA! Masalah sejuta umat bagi para bayi termasuk Archie! Selain untuk kulit, juga bisa untuk mengobati otot yang keram, dll. Coba deh baca artikel INI tapi nanti aja kalau udah kelar baca tulisanku πŸ˜‚πŸ€£

Intinya... kalau ada kesempatan coba bawa ke pantai deh. Mudah-mudahan in shaallah bisa mendapatkan manfaat baiknya.πŸ™

***

PENGALAMAN PERTAMA ARCHIE KE PANTAI 

Rumah kami di Hong Kong kebetulan berada di area pantai. Kalau mau ke pantai tinggal menyusuri taman sepanjang karang sampai ke bibir pantai. Walau aku nggak tahu akan gimana reaksi Archie terhadap pantai, tapi tentu kesempatan untuk bisa bawa ke pantai yang kebetulan begitu mudah buat kami nggak disia-siakan. Akhirnya di hari Jumat pagi (Daddy-nya Archie libur kerja di hari Jumat & Minggu) kami putuskan untuk pertama kalinya ajak Archie ke bibir pantai. Biasanya kami cuma jalan-jalan di sepanjang taman dan menunjuk-nunjuk pantai dan laut dari jarak jauh aja ke Archie (Archie lahir di Indonesia dan baru di bawa ke HK saat usia 7,5 Bulan).


APA YANG KAMI PERSIAPKAN?

1. Alas duduk. Kami nggak ada yang portable gitu, jadi kami bawa Sleeping Bag-nya Zeno (nggak tau nih si Daddy punya aja barang kaya begini haha).
2. Baju ganti buat Archie karena antisipasi dia kegirangan di pasir, jadi pas sebelum pulangnya bisa dimandiin dulu.
3. Nursing Apron buat menyusui on-the-go
4. Cemilan siapa tau lapar
5. Kamera. Ya... gitu lah. haha.

Udah sih itu aja.


Sampai di pantai, kami gelar sleeping bag-nya Zeno. Kami duduk disitu, di bawah pohon agak jauh dari air laut.


Respon Archie pas ditaro di atas alas? Bingung, lalu setelah beberapa saat doang merangkak di atas alas (nggak berani turun ke pasir), langsung minta nyusu. Hahaha. Nervous kali ya dia. Ya udah, jadinya aku susuin dulu deh. Alhamdulillah banget ada Nursing Apron dan anaknya sejauh ini (masih) mau pakai nursing apron. Semoga begitu terus ya nak supaya bisa lindungin aurat Mommy tanpa jauh-jauh cari ruang yang private. hihihi.


Setelah nyusu, Zeno gendong dia dan ajak dia untuk lebih dekat ke bibir pantai, untuk membiasakan sama ritme ombak. Di situ Archie kelihatannya serius banget, merhatiin ombak yang bergulung-gulung lalu menyapa pasir. Setelah beberapa saat terlihat udah cukup terbiasa, Zeno coba jongkok dan berdiriin Archie di atas pasir.


Dan... Archie-nya langsung mau nangis. Hmmm. Aku kira dia bakalan langsung oke sama pasir, ternyata kaget juga. Atau mungkin karena mood-nya memang lagi agak mellow, atau gimana ya? Maksudnya kadang kalau dia lagi ada merasa kurang nyaman karena suatu hal gitu, diberdiriin di tempat dia biasa berdiri aja bisa protes.


Lalu coba gantian, aku yang gendong Archie, dan pelan-pelan naro Archie berdiri di pasir. Siapa tau kalau sama aku mau. Taunya, sama. Langsung mau nangis juga, hihihi.


Akhirnya aku bawa dulu dia keliling-keliling sebentar, gendong-gendong, bercanda-canda, pokoknya sampai dia kelihatan relax dan ketawa-ketawa bareng aku.


Setelah dia mulai lebih tenang, aku kasih lagi ke Daddy-nya.


Sementara Zeno gendong, aku numpang (?) foto produk sponsor sebentar, Hahaha. Berhubung aku dapat kiriman Mermaid Brush dari www.cutesycrap.com , ya kurasa paling cocok foto-foto di pantai lah ya. Hihih.


Setelah selesai foto, aku lihat Zeno lagi duduk, dan dia dudukin Archie di atas kakinya, sambil ngambil pasir. Zeno ganti strategi. Dia memancing Archie supaya penasaran dan mau nyoba nyentuh sendiri pasirnya.


Akhirnya... perlahan-lahan Archie mau! Hati-hati banget awalnya, lama-lama jadi lebih terbiasa. Alhamdulilllah nggak sia-sia... bisa tetep main pasir walau masih ragu-ragu.

Terus... kekhawatiran pasir kemakan-nya, gimana?
Dari beberapa menit dia mainin pasir, cuma sekali doang dia nyoba masukin ke mulutnya. Sisanya, nggak sama sekali. Nggak tau kenapa. Ya mudah-mudahan dia tau itu nggak enak dimasukin ke mulut. Takutnya besok-besok pas udah lebih berani sama pasir, jadi sering masukin mulut, hihi. Ya tapi kalau memang lagi fase oral sih kayaknya mau enak mau nggak tetep aja bablas apaan aja masuk mulut >.<.


Aku baca-baca forum gitu, cerita beberapa orang tua yang sering bawa main anaknya di pantai. Ada yang anaknya sekali cobain pasir nggak enak langsung nggak masuk-masukin lagi pasir ke mulut, ada yang udah pasrah sama anaknya yang kayaknya "doyan banget pasir'', terlebih lagi yang rumahnya memang pinggir pantai. Hahaha.


Pulang dari pantai kami mampir dulu ke pasar sebentar untuk belanja bahan makanan (pasarnya dekat apartemen juga),  lalu sampai di rumah kami mandi, masak, makan, dan istirahat deh. What a beautiful family day, alhamdulillah!


Yah begitulah cerita pertama Archie main di pantai. In shaallah akan segera dicoba lagi dan lagi di kesempatan selanjutnya. Hehe.

BTW, Ini VLOG-nya, seperti yang sudah kujanjikan (?) di atas. Nonton yuk biar lebih berasa feeling ceritaku di atas (?) hahaha. KLIK foto di bawah ini ya!


Makasih ya udah baca sampai sini. Semoga suka dengan cerita Moon Family kami. Hehehe.

No comments

I'd love to hear your magical words! and... oh! please leave your link so I can visit you back! ^_^