✨ Everyday is a self-development journey. My views about things that I write here may change from time to time as I grow and refine my values. Kindly check the date of any posts you read here. Thank you.✨

MENERAPKAN FILOSOFI GENTLE BIRTH DI RUMAH SAKIT

(This post is written in Indonesian.)
Hi, Assalaamu 'Alaykum!

Tentu sudah banyak yang dengar atau tahu ya tentang Gentle Birth. Di sini aku akan bercerita tentang Gentle Birth menurut yang kupahami dan bisa kuterapkan sesuai dengan keadaanku di persalinan pertamaku, 2 tahun lalu.

Foto kehamilan 36 minggu, dengan quote afirmasi yang harus sering diulang-ulang menjelang persalinan πŸ’—

Aku mengerti kalau mungkin sebagian orang berpendapat, melahirkan dengan atau tanpa memahami atau menerapkan filosofi Gentle Birth sama saja, tapi bagiku yang menemukan tentang Gentle Birth saat mempersiapkan persalinan pertamaku, ini sangat dekat dan cocok dengan pola pikir dan kepribadianku, dan kurasa...

akan sangat bermanfaat, jadi akupun mencoba memahaminya lebih jauh. 

Apa sih Gentle Birth itu? Menurut pakar / praktisi Gentle Birth, Bidan Yesie Aprilia dari bidankita.com : "Gentle birth adalah sebuah filosofi dalam persalinan yang tenang, penuh kelembutan dan memanfaatkan semua unsur alami dalam tubuh seorang manusia. Penolong dan pendamping harus membantu dengan tenang dan suara yang lembut, sehingga pada saat bayi lahir, suasana di sekelilingnya tenang, hening, dan penuh kedamaian."

"Bagi banyak wanita, pengkondisian sosial awal akan menciptakan keyakinan bahwa mereka tidak dapat melahirkan secara normal. Kesalahpahaman ini harus diganti dengan pemahaman tentang filosofi Gentle Birth. Ketika seorang wanita menyadari bahwa tubuh mereka benar-benar tahu bagaimana untuk melahirkan dan bayi mereka yang tahu bagaimana untuk lahir, mereka akan mendapatkan kepercayaan diri bahwa mereka bisa mengalami gentle birth." Selengkapnya di SINI.

CR: here
Jadi, menurut yang kupahami sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang kupegang, demi mewujudkan Gentle Birth, aku sebagai calon ibu harus meresapi pentingnya menanamkan pola pikir yang yakin, bahwa Allah—sang pencipta Alam Semesta—sudah mengatur sedemikian rupa sosok wanita supaya mampu dan kuat untuk melakukan persalinan, dengan jalan yang telah disediakan olehNya secara alami, dan mampu memfasilitasi kehadiran anak ke dunia dengan berbekalkan apa yang sudah Allah berikan di tubuhnya.

Intinya sih, aku harus memberi sugesti positif pada diriku sendiri, ber-husnuzhon pada Allah, bahwa in syaa-allaah aku akan bisa melahirkan normal, dengan meyakini banyaknya manfaat dan hikmah dari proses itu, dan rasa sakit persalinan pun jadi nggak terlalu terasa, karena overpowered oleh rasa bahagia dan antusiasme ingin menyambut anak. Lalu, dilanjutkan dengan bersugesti positif untuk bisa menyusui dengan lancar, dan juga mengasuh anak dengan penuh cinta. Ya... begitulah. Bagiku, pendekatan ini sangat masuk akal dan masuk ke hati, dan juga ilmiah.


cr: HERE
Mengenai bagaimana cara-cara lengkap untuk mengusahakan Gentle Birth, seperti cara melakukan terapi hipnosis positif kepada diri sendiri, teknik pernafasan dan relaksasi, pelatihan fisik seperti senam / yoga hamil, dan berbagai ilmu-ilmu pengetahuan dasar yang perlu diketahui untuk mencapai gentle birth, bisa mudah didapat kok di internet. Aku nggak bahas panjang lebar di sini karena memang bukan itu tujuanku. Tapi, rekomendasiku, coba cek instagram Bidan Yesie (@bidankita) dan Ibu Lanny (@LannyKuswandi).

Nah, dalam penyerapan info ini juga aku memakai filterku sendiri. Misal, saat pemilihan kalimat afirmasi / hipnosis, aku lebih suka merangkai kalimat sendiri dibanding mendengar kalimat yang dipilihkan orang lain. Ya, kan itu suntikan buat jiwa dan ragaku, aku harus selektif dong. Hehehe. Tentu awalnya aku mendengar contoh-contohnya dulu, lalu kalau ada yang nggak pas, akan aku modifikasi sesuai dengan nilai-nilai yang kuanut. Begitu juga misal dalam kegiatan yoga. Aku lebih memilih yang nggak ada kata-kata "mantra" nya. Yang benar-benar olahraga olah tubuh aja lah, gitu.


Lalu, di instagram akun gentle birth, biasanya akan banyak post foto atau video ibu melahirkan tenang dengan banyak bagian privat tubuh terekspos. Iya, indah bagi sebagian perempuan, dan memberi semangat dan kekuatan bagi yang lainnya. Tapi, pasti ada juga yang nggak sanggup atau sangat risih melihatnya karena berbagai hal (meskipun mereka tahu dan nggak memungkiri bahwa itu proses yang indah). Jadi, ya... aku sudah beritahu ya, supaya nggak kaget kalau tiba-tiba kalian lihat.

Intinya, kalau ada yang nggak cocok, jangan langsung antipati dulu. Dalam hal ini banyak banget kok hal baik yang bisa kita ambil dan terapkan. Tapi juga nggak perlu menelan segalanya bulat-bulat, karena banyak hal atau gagasan-gagasan baik dalam hidup yang datangnya dari orang-orang yang mungkin latar belakang nilai-nilai kehidupannya berbeda dengan kita, jadi ya alangkah baiknya kalau kita tetap punya filter sendiri untuk menyesuaikan penerapannya dalam hidup kita ❤️

Prinsip-prinsip untuk mewujudkan Gentle Birth itu sebenarnya cukup banyak sih... bisa dilihat secara detail di link yang tadi kucantumkan juga. Tapi, dalam praktiknya, nggak harus setiap detail prinsip Gentle Birth dilaksanakan tanpa terkecuali lah. Disesuaikan dengan kondisi masing-masing juga.

Pokoknya prinsip terdasar Gentle Birth sendiri adalah: 
(1) persalinan yang tenang, dan sebisa mungkin dianggap sebagai momen yang romantis dan membahagiakan, 
(2) dengan dukungan keluarga dan tempat persalinan yang memungkinkan ibu untuk rileks, lalu, 
(3) rasa sakit kontraksi dan lain-lainnya yang masuk dalam prosesi persalinan dihadapi dengan keikhlasan, dan dianggap sebagai tanda semakin dekatnya si ibu dengan bayi yang akan lahir.


Jadi, kalaupun nggak menjalani persalinan di rumah dengan metode water birth sebagaimana yang sering dilakukan praktisi Gentle Birth, itu pun tetap bisa disebut Gentle Birth. Di rumah sakit juga bisa, di manapun bisa, asalkan si ibu menerapkan mindset yang tenang dan percaya pada potensi diri, melakukan relaksasi (untuk yang muslim, tentu termasuk di dalamnya berdzikir, mengingat Allah sebanyak-banyaknya, serta berpasrah diri), lalu mengusahakan tempat persalinan yang seprivat dan senyaman mungkin (nggak harus mewah ya), dan meminimalisasi emosi negatif baik dari sang ibu maupun dari yang menunggu, atau dari tenaga kesehatannya.

Walau, tentu aja, kalau di RS memang metodenya agak berbeda, karena ada prosedur-prosedur standard. Cara dokter dan bidan RS pada umumnya memperlakukan si ibu bisa berbeda dengan Bidan / Dokter yang menerapkan filosofi Gentle Birth. Misal, bidan / dokter Gentle Birth berusaha banget untuk mempercayakan proses persalinan pada relaksasi, afirmasi positif, dan kekuatan tubuh si ibu sendiri. Sedangkan, pada umumnya kalau di RS, kadang memang ada prosedur-prosedur tertentu, seperti penggunaan pain killer, dan sebagainya. Juga saat proses pengeluaran bayi, kadang dokter langsung menggunting perenium ibu. Sedangkan, banyak praktik bidan / dokter Gentle Birth yang nggak pakai gunting-gunting, dan benar-benar melatih si ibu untuk relaks mengatur nafas dan membiarkan elastisitas perenium yang bekerja untuk mengeluarkan si bayi. Alhasil, nggak ada jahitan.

Ya, maksudnya bukan kalau mau Gentle Birth berarti nggak boleh pakai obat-obatan atau melakukan intervensi medis ya. Tapi, segala hal yang alami dari potensi kekuatan tubuh kita sendiri lah yang biasanya sudah diberdayakan dari jauh-jauh hari dalam usaha memperkecil kemungkinan perlunya intervensi medis. Karena, sedikit banyak, intervensi medis kan punya efek samping yang mungkin seharusnya nggak perlu ada.

cr: HERE

Jadi, untuk yang harus melahirkan melalui tindakan C-section / operasi Caesarian pun, BISA MENERAPKAN FILOSOFI GENTLE BIRTH. Terkadang, walau si ibu sudah bercita-cita atau berusaha melahirkan normal, ada kejadian yang Allah sudah atur sedemikian rupa sampai akhirnya ia memang ditakdirkan harus melahirkan melalui prosedur C-section kan. Keselamatan dan kesejahteraan lahir batin ibu dan anak adalah yang utama. In syaa-allaah ada hikmahnya, dan niat Gentle Birth si ibu tetap terhitung sebagai persalinan Gentle Birth, apabila dilakukan sesuai prinsip inti yang dibahas di atas itu. Energi positif ibu in syaa-allaah akan sampai ke si bayi yang sama-sama berjuang dengannya.

Nah, untuk kasusku sendiri, aku terus terang memang saat itu merasa lebih berani dan lebih nyaman untuk melakukan persalinan pertamaku di RS, karena aku akan merasa lebih aman, seandainya terjadi sesuatu (alhamdulillaah nggak, dan naudzubillah untuk ke depannya), semua alat-alat medis yang diperlukan sudah tersedia di RS. Dan aku juga ingin suasana yang berbeda. Suasana baru. Suasana “khusus orang yang baru melahirkan”, atau suasana “khusus orang yang sedang dirawat”. Hahaha. Kalau di rumah, aku jadi merasa seakan atmosfer (?) nya sama aja. Lagipula, aku merasa lebih tenang kalau di saat-saat seperti itu, masih ada tenaga kesehatan di sekitarku yang bisa dimintai tolong, atau ditanya-tanya.

Karena aku berharap banyak dari fasilitas RS, maka aku juga nggak muluk-muluk menerapkan semua hal yang sesuai dengan prinsip Gentle Birth di RS itu. Aku memilah-milah, sekiranya mana yang bisa dilakukan dan mana yang dipasrahkan. Obgyn-ku sendiri, Dokter Dwi Santi, saat itu sepertinya nggak terlalu familiar dengan Gentle Birth. Tapi aku sudah terlanjur cocok dengan beliau dari berkali-kali pertemuan untuk pemeriksaan kandungan, dan aku dengar beliau juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengusahakan persalinan yang normal, jadi ya sudah, bismillah.

cr: HERE

Manfaat dari Gentle Birth itu apa, memangnya? Banyak, tapi kalian bisa cari sendiri di google atau di buku-buku referensi ya. Pastinya, setiap usaha dilakukan dengan tujuan untuk mencapai kebaikan-kebaikan tertentu. Tapi di luar dari apa manfaatnya untukku dan bayiku pasca persalinan, pastinya alhamdulillah filosofinya sudah sangat membantuku untuk menjalani persiapan dan proses persalinan dengan lebih percaya diri dan menyenangkan. Itu aja sudah menjadi manfaat yang sangat besar bagiku. 

Manfaat-manfaat lainnya pasca persalinan, terus terang selama ini nggak begitu kucari-cari atau kupikirkan dari anakku. Karena, aku percaya setiap anak pasti punya keutamaan dan tantangan masing-masing. Banyak faktor yang memegang andil dalam pembentukan karakter seseorang, dan cara mereka dilahirkan hanyalah salah satunya. Intinya, aku percaya apa pun yang terjadi ke depannya bagiku dan anakku, itu mutlak hak Allah untuk mengaturnya, yang terpenting adalah, aku sudah berusaha semaksimal yang kubisa untuk menempuh cara demi menggapai hasil yang memang kuharapkan. 

Selengkapnya tentang Gentle Birth di Rumah Sakit, ini ada saran dari Praktisi Gentle Birth, Bidan Yesie @bidankita tentang memilih RS yang ramah “Gentle Birth”. KLIK DI SINI (tapi open in a new tab ya, hehe).

Yes Moms! We ARE!!! (cr: HERE)
Oh iya, tentu karena aku sedang membahas Gentle Birth, maka aku membahas tentang usaha melakukan persalinan normal / spontan yang dijalani dengan rileks dan tenang.

Perlu aku sampaikan kalau aku sama sekali nggak menyinggung ibu yang sudah melalui proses persalinan, dan, qaddarallah, mengalami rasa sakit yang nggak tertahan, dan berada di situasi yang membuatnya sulit untuk rileks, sehingga perjuangannya begitu berat dan mungkin banyak tangisan kesakitan di sana. Aku berharap para ibu pejuang ini nggak berkecil hati karenanya.

Memang namanya persalinan, pasti ada, bahkan banyak rasa sakitnya, dan kesanggupan seorang ibu menahannya tergantung banyak sekali faktor (bahkan kadang salah satunya adalah faktor eksternal yang nggak bisa sepenuhnya dikontrol oleh si ibu), jadi tentu aku nggak sama sekali men-judge. In syaa-allaah perjuangan suci dan berat seorang ibu dalam bersalin akan berbalas pahala dan penghapusan dosa yang besar dari Allaah... aaamiin! ❤❤❤

cr: HERE

Begitu juga dengan ibu yang melakukan C-section karena memang mau aja / tanpa rekomendasi tenaga kesehatan atau bukan karena urgensi medis tertentu. Aku nggak sedang di posisi mereka jadi tentu aku nggak berhak berbicara dari sudut pandang / mewakili mereka, karena aku mengerti mereka pasti punya pertimbangan sendiri, dan intinya kita nggak bisa sembarangan mengukur kedalaman hati seseorang dan keadaan hidup seseorang πŸ’™πŸ’™

Bismillah, Aku bagikan ini dengan harapan semoga ini bisa bermanfaat bagi yang sedang mempersiapkan diri untuk kehamilan dan persalinan, baik yang pertama atau kesekian kalinya. SIAPA TAHUUUU ada yang sedang merasakan hal yang sama dengan aku, they can relate with my feelings and point of views— bukan untuk bersaing, atau berdebat, dengan yang nggak merasakan yang sama dengan aku ❤❤❤



TENTANG DOULA

Orang yang belajar tentang Gentle Birth biasanya sudah nggak asing dengan istilah "Doula". Doula itu adalah seorang tenaga profesional yang tugasnya adalah ADA mendampingi ibu yang akan bersalin, memberikan ketenangan dan kenyamanan, serta informasi mengenai persalinan yang dia ketahui, dari pengalaman dan pendidikan yang dia punya ☺❤ Berikut detail tentang apa saja yang Doula bisa lakukan untuk kita:

cr: HERE
Suami / keluarga bukannya nggak bisa menenangkan loh... tapi biasanya nggak jarang suami / keluarga yang ikutan panik / parno bahkan malah lebih-lebih dibandingkan yang akan melahirkan πŸ˜…πŸ˜‚. Tentu kalau punya keluarga dekat yang bisa mendampingi jadi Doula, lebih bagus. Dia punya pengalaman mendampingi persalinan (misal dia Bidan atau apa), bisa menenangkan secara psikologis, dan mungkin juga bisa membantu menangani situasi saat masa-masa kontraksi, bagus banget. Karena, di situlah gunanya Doula.

Kalau di RS, Bidan atau Suster nggak selalu bisa mendampingi dan ditanya-tanya setiap saat dong, karena mereka juga harus lalu-lalang dengan pekerjaannya sendiri. Tapi Doula selalu ada untuk mendampingi kita, dan Doula juga punya banyak resep untuk membantu ibu hamil relaksasi πŸ‘πŸ»❤, termasuk juga menstimulasi keluarnya ASI sesegera mungkin.

***

Sampai di sini aja penjelasanku tentang pandanganku mengenai Gentle Birth dan Doula. Karena di post selanjutnya, tentang persalinanku, aku akan cerita yang lebih detail dan sangat panjang lebar. Semoga ada manfaat yang bisa didapat dari tulisanku ini ya... ❤

Assalaamu 'alaykum, Jaa ne~

No comments

Hi ✨ It is lovely to hear back from you. If you want to say something, PLEASE, kindly write them down on your note app first before you post them here. Sometimes some errors occur, and your comments may disappear without being published. Thank you for your time and consideration ✨